Kisah Rangga, Mantan Pecandu Judi Online yang Kehilangan Segalanya

Judi Online. (Dok. Ilustrasi)

bogortraffic.com, JAKARTA – Rangga, seorang mantan pecandu judi online, menceritakan dampak negatif yang ia rasakan selama kecanduan bermain permainan tersebut. Awalnya, Rangga tertarik bermain judi online setelah melihat iklan di YouTube dan ajakan dari temannya.

“Modal awal Rp50 ribu, pas lama-lama dikasih menang banyak, akhirnya ngedeposit bisa total lebih dari Rp10 juta,” kata Rangga dalam diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu (15/6/24).

Berita Lainnya

Ia menjelaskan bahwa awalnya selalu menang saat bermain judi online, namun lama-kelamaan ia mulai mengalami kerugian besar dan tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diiklankan.

Akibat kecanduannya, Rangga harus menjual laptop dan motor, serta menjadi tidak kenal waktu saat bermain judi online.

“Sampai di jalan mau berangkat kemana pun jadi main (judi online) terus. Jatuhnya kayak obat, jadi kecanduan,” ujarnya.

Kecanduan judi online juga berdampak pada kehidupan akademis Rangga. Ia terpaksa dikeluarkan dari kampus karena kuliahnya berantakan.

Selain itu, Rangga juga jarang bersosialisasi dan beribadah karena terlalu fokus bermain judi online, bahkan bisa bermain mulai sore hari hingga pagi berikutnya.

Rangga akhirnya berhenti bermain judi online setelah dinasihati oleh seorang teman bahwa judi online tidak membawa keuntungan. Selain itu, saat itu modal Rangga sudah habis. Meski demikian, Rangga masih sering mendapat ajakan untuk bermain judi online dari para admin melalui SMS dan WhatsApp.

“Kebetulan saya juga ada Telegram kadang suka ada diajak lagi, adminnya ngechat gitu,” katanya.

Namun, Rangga berhasil menolak godaan dan memutuskan untuk berhenti sejak akhir 2023.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus atas kasus judi online yang berujung pada tindakan kriminal. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan maraknya judi online dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online.

Pembentukan Satgas tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring, yang diteken Jokowi pada Jumat (14/6/24).

“Untuk mendukung upaya percepatan pemberantasan perjudian daring secara terpadu dibentuk Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring, yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Satgas,” bunyi Pasal 1 beleid tersebut.

Dengan adanya langkah tegas dari pemerintah dan kesadaran masyarakat, diharapkan kasus-kasus kecanduan judi online dapat diminimalisir dan generasi muda Indonesia terhindar dari dampak negatifnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan