bogortraffic.com, JAKARTA— Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyatakan Pendekatan kreatif dalam menanamkan pemahaman dasar seputar perlindungan konsumen dan nilai ekonomi mulai menyasar segmen usia emas.
Hal tersebut ia ucapkan saat membuka acara dongeng literasi anak bertajuk “Dongeng Literasi Anak (Dolan) di Perpus” yang dipusatkan di Ruang Perpustakaan Kemendag, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Agenda interaktif yang digelar dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional ini diikuti oleh 25 anak usia 2—5 tahun dari Taman Asuh Ramah Anak (TARA) “Little Star Club” serta putra-putri pegawai internal kementerian.
”Di kantor Kemendag ini kita memiliki fasilitas perpustakaan yang sangat representatif. Anak-anak harus dibiasakan sejak dini untuk gemar berkunjung ke sini, memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada untuk membaca, serta konsisten menambah pengetahuan mereka,” urai Mendag Busan saat hadir langsung berinteraksi di tengah kerumunan anak.
Metode pembelajaran hulu-ke-hilir ini dikemas jenaka melalui aksi panggung dongeng tangan boneka buaya yang dibawakan oleh Valentin Danuwirya (Valen) dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia.
Menggunakan draf cerita fabel sederhana tentang kelinci yang membeli mainan rusak dari seekor buaya, anak-anak diajak menyerap dua poin karakter penting:
- Etika Dagang: Menanamkan nilai kejujuran bagi pelaku usaha dalam menawarkan komoditas.
- Mawas Diri: Melatih ketelitian anak sebagai calon konsumen untuk selalu memeriksa kelayakan barang sebelum melakukan draf transaksi.
”Dari dongeng ini, anak-anak bisa terpacu berimajinasi tanpa merasa didikte. Mereka diajak mandiri memetakan apakah barang tersebut sudah baik, layak dibeli, dan memang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Valen.
Inovasi pemanfaatan ruang publik kementerian ini mendapat draf apresiasi tinggi dari para aparatur sipil negara yang membawa buah hatinya.
Tino Dhamroni dan Nurokhman, pegawai Kemendag, secara kompak menyatakan bahwa draf kegiatan edukatif nonformal seperti ini sangat efektif memicu minat baca anak karena menyediakan variasi buku visual yang menarik.
Melalui program “Dolan di Perpus”, Kemendag sukses mentransformasi ruang perpustakaan yang kaku menjadi draf ekosistem belajar yang ramah anak, sekaligus menyemai benih literasi perdagangan makro sejak usia dini.





