bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kesuksesan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Acara ini dinilai sebagai momentum strategis untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah di tanah air.
Dalam seremoni penutupan yang berlangsung di Kantor OJK, Kamis (2/4/2026), Menkop Ferry menegaskan komitmen MES untuk terus mendukung program ini di masa mendatang demi terciptanya ekosistem keuangan yang solid.
“Setiap tahun memperlihatkan perkembangan kegiatan yang meningkat signifikan (GERAK Syariah). MES terus mendukung program ini dan semoga tahun depan bisa terlibat secara lebih aktif,” ujar Menkop Ferry.
Menkop Ferry menekankan bahwa penguatan keuangan syariah tidak boleh berjarak dengan sektor riil. Ia mendorong OJK dan MES untuk mulai masuk ke akar rumput melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) serta Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Saat ini, pemerintah tengah mengakselerasi pembangunan Kopdes Merah Putih agar segera beroperasi sebagai lembaga strategis pemberdayaan ekonomi umat.
“Penguatan keuangan syariah harus tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif masyarakat. Dalam konteks ini, koperasi desa Merah Putih memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat berbasis gotong royong dan prinsip syariah,” jelasnya.
Menkop Ferry juga memastikan bahwa toko ritel di Kopdes Merah Putih siap menampung produk lokal masyarakat setelah melalui proses kurasi dan inkubasi. Selain itu, koperasi ini akan menyediakan dukungan pembiayaan mikro bagi warga desa.
“Kopdes Merah Putih yang sudah terbangun diharapkan bisa menjadi bagian pengembangan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi kami optimis bahwa ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi syariah yang berkelanjutan,” katanya.
Mengutip arahan tokoh ekonomi syariah K.H. Ma’ruf Amin, Menkop Ferry menyebut Indonesia kini memasuki fase kedua, yaitu perluasan pangsa pasar. Tantangannya bukan lagi sekadar kesadaran (awareness), melainkan memastikan masyarakat menjadi pengguna aktif.
“Ke depan, kita perlu terus bersama-sama untuk mengembangkan dan memperkuat sistem ekonomi syariah agar semakin inklusif termasuk masuk ke sektor riil agar semakin memperkokoh daya saing, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa meski tumbuh stabil, indeks inklusi keuangan syariah nasional masih berada di angka 13,41 persen, jauh di bawah inklusi nasional yang mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi syariah berada di angka 43,42 persen.
Kepala Eksekutif PEPK OJK Dicky Kartikoyono menambahkan, Program GERAK Syariah 2026 telah mencatatkan dampak masif dengan 2.632 kegiatan. Program ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp6,83 triliun dan menyalurkan Rp6,86 triliun, serta memberikan manfaat sosial senilai Rp86,2 miliar.






