Koalisi Buruh Kawal Revisi UU Ketenagakerjaan ke DPR Pekan Depan

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia

bogortraffic.com, BEKASI— Gelombang persatuan gerakan pekerja nasional bersiap mengawal penuh draf perubahan regulasi ketenagakerjaan secara total.

Aliansi raksasa yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia memastikan bakal mendatangi langsung Gedung DPR RI pekan depan.

Bacaan Lainnya

Langkah di mana koalisi buruh kawal revisi UU Ketenagakerjaan ini ditujukan untuk mendesak dibukanya draf pembahasan pasal secara transparan hulu-ke-hilir.

​Pernyataan sikap bersama ini dideklarasikan langsung dalam konferensi pers terpadu di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

​”Kami menegaskan bahwa pertemuan dengan pimpinan parlemen pekan depan tidak boleh sekadar seremonial kaku atau penyerahan naskah usulan di atas meja. Seluruh pimpinan konfederasi wajib diberikan draf waktu bicara untuk menuangkan ide dan gagasan secara terbuka di hadapan seluruh pimpinan fraksi, bukan hanya Komisi IX,” tegas Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.

​Koalisi besar yang menyatukan kekuatan 18 konfederasi dan 157 federasi serikat pekerja ini—termasuk kubu KSPSI AGN, KSPSI Jumhur Hidayat, KASBI, hingga KSBSI—mewakili hampir 90 persen basis massa buruh riil di Indonesia.

​Meskipun tetap memprioritaskan koridor draf dialog persuasif, kelompok buruh melayangkan peringatan keras terhadap potensi lahirnya regulasi yang merugikan sepihak. Poin krusial yang menjadi draf sorotan utama meliputi:

  • Metode Pembahasan: Menolak keras draf RUU dibahas secara terburu-buru dengan mengadopsi gaya regulasi sapu jagat (Omnibus Law).
  • Komitmen Mutlak: Revisi wajib melahirkan perlindungan hukum sejati serta kepastian draf kesejahteraan bagi buruh dan keluarga.

​Sekretaris Jenderal KSPSI, Arif Minardi, menjabarkan momentum revisi ini harus dimanfaatkan secara makro untuk membenahi aturan-aturan usang yang selama ini menekan produktivitas pekerja. Senada, Ketua Umum GSBI Rudi HB Daman meminta produk baru ini nantinya berbentuk undang-undang ketenagakerjaan baru yang utuh, bukan sekadar tambal sulam pasal tertentu.

​Sebagai simbol solidnya pergerakan, koalisi saat ini tengah merampungkan pembangunan draf fisik Sekretariat Bersama (Sekber) dari hasil pendanaan gotong royong seluruh anggota untuk menjadi rumah gagasan buruh.

​”Kami masih menaruh optimisme bahwa pemerintah dan DPR serius mendengarkan jeritan hati pekerja. Namun, jika hasil draf akhir nanti terbukti mengkhianati dan mengecewakan kaum pekerja, kami pastikan tidak akan menahan emosi anggota di lapangan. Gelombang gerakan unjuk rasa besar-besaran berskala nasional dipastikan bakal pecah di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Andi Gani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan