bogortraffic.com, SEOUL— Kualitas produk hilirisasi pertanian dan makanan bermutu tinggi asal tanah air kian menancapkan taringnya di pasar Asia Timur.
Melalui sinergi erat KBRI Seoul dan Kementerian Perdagangan RI, produk pangan olahan Indonesia raup ekspor Korea dengan sukses membukukan potensi transaksi fantastis senilai USD 1,92 juta atau berkisar Rp34,58 miliar.
Capaian makro tersebut diraih dalam ajang pameran dagang global Korea Import Expo (KIE) 2026 yang berlangsung di Coex Exhibition Hall, Seoul, Korea Selatan.
”Partisipasi strategis ini tidak sekadar menjadi ajang draf promosi komoditas unggulan nasional, melainkan pintu pembuka kerja sama dagang bilateral yang jauh lebih luas dengan para importir Korea Selatan. Langkah ini krusial untuk mendongkrak daya saing produk bernilai tambah Indonesia di pasar internasional,” ungkap Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, Rabu (15/7/2026).
Atase Perdagangan (Atdag) RI Seoul, Roesfitawati, memaparkan bahwa draf keberhasilan ini didorong oleh eksekusi agenda penjajakan bisnis (business matching) yang matang sejak sebelum pameran dibuka.
Pihak Atdag total memfasilitasi 35 sesi pertemuan langsung antara pembeli potensial dengan 15 UMKM unggulan draf kurasi Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI.
Terdapat tiga komoditas utama yang mencatatkan tingkat permintaan paling agresif dari para pelaku industri setempat:
- Kopi specialty (kopi khusus premium).
- Kakao olahan (cokelat).
- Keripik kentang olahan bermutu ekspor.
Antusiasme tinggi ini salah satunya dirasakan oleh PT Pareto Estu Guna yang sukses mengantongi draf potensi transaksi senilai USD 260 ribu dari tujuh sesi temu bisnis.
Di sisi lain, Direktur Utama YUJIN FNB Co., Ltd., Seo Byeong Oh, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah menjadi pilar pemasok penting bagi perusahaannya sejak tahun 2012 karena jaminan kualitas produk yang konsisten.
Selain memamerkan aneka kudapan seperti biskuit bebas gluten, buah kering, tepung mocaf, hingga garam laut, delegasi Indonesia juga menggelar uji cita rasa kopi resmi bekerja sama dengan Coffee Critics Association.
Memanfaatkan momentum emas ini, pemerintah secara resmi mengumumkan draf rencana strategis pendirian Indonesia House of Beans (IHoB) pertama di Korea Selatan yang ditargetkan mulai beroperasi secara fungsional pada akhir tahun 2026.
”Indonesia House of Beans di Seoul ini nantinya akan bertindak sebagai pusat promosi kopi specialty sekaligus wadah draf konkret bagi para eksportir hulu-ke-hilir untuk membangun jejaring bisnis jangka panjang dengan pemilik kedai kopi serta pelaku industri di Korea. Kita ingin memperkuat posisi tawar dan nilai tambah kopi Indonesia secara makro di kawasan Asia,” pungkas Roesfitawati.





