Realisasi Program MOTIS Lebaran 2026 Tembus 104 Persen, Angkut 12.419 Motor Pemudik

Program MOTIS Lebaran 2026 sukses angkut 12.419 motor (104% dari target).

bogortraffic.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam program Motor Gratis (MOTIS) pada Lebaran 2026. Program ini sukses melampaui target awal sebagai solusi mudik aman guna menekan angka kendaraan roda dua di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, menjelaskan bahwa tujuan utama MOTIS adalah mengalihkan pemudik motor ke moda transportasi kereta api yang lebih menjamin keselamatan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah program MOTIS pada Angkutan Lebaran 2026 ini disambut antusias oleh masyarakat dan berjalan dengan lancar,” ungkap Arif Anwar dalam kegiatan Apresiasi Peserta Motis Lebaran 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Data DJKA menunjukkan capaian yang signifikan. Dari total kuota yang disediakan sebanyak 11.900 unit motor, realisasi angkutan mencapai 12.419 unit atau sebesar 104,36 persen dari target. Angka ini bahkan belum termasuk angkutan contraflow yang melayani 1.304 unit motor tambahan.

Menurut Arif, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap efisiensi program ini. Ia pun berharap kapasitas program ini dapat ditingkatkan di masa depan.

“Ke depan, kami berharap kuota program Motis dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Jangkauan Layanan dan Komitmen Kualitas

Sebagai informasi, program Motis 2026 melayani tiga lintas utama untuk menjangkau pemudik di Pulau Jawa:

  1. Lintas Utara: Jakarta Gudang – Cepu.

  2. Lintas Tengah: Jakarta Gudang – Lempuyangan.

  3. Lintas Selatan: Jakarta Gudang – Madiun.

Salah satu layanan primanya adalah kepastian jadwal, seperti KA Motis Selatan yang berangkat subuh pukul 04.50 dari Jakarta Gudang. DJKA berkomitmen menjaga kualitas sejak masa pendaftaran pada 1-29 Maret 2026 hingga proses penyerahan unit di stasiun tujuan.

Meskipun sukses, DJKA tetap akan melakukan evaluasi total mulai dari tahap sosialisasi, verifikasi data, hingga pengemasan dan pengangkutan. Masukan dari para pengguna akan menjadi bahan utama untuk perbaikan di tahun mendatang.

“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian utama kami untuk memastikan penyelenggaraan MOTIS ke depan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna,” terang Arif.

Keberhasilan tahun ini merupakan kelanjutan dari tren positif selama satu dekade terakhir. Sejak dimulai pada 2013 dengan hanya 827 unit, program ini terus berkembang hingga mencapai belasan ribu unit per tahun pasca-pandemi.

Arif menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, operator, dan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti prosedur menjadi kunci suksesnya operasi tahun ini.

“Sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan MOTIS tahun ini, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang lebih baik di masa mendatang,” tutup Arif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan