bogortraffic.com, JAKARTA— PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan lompatan positif dalam penguatan tata kelola kelembagaan.
Transformasi kinerja PNM bersama Danantara ini terbukti tidak hanya memperkuat sisi struktural internal, melainkan juga memperluas penetrasi manfaat bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultramikro di wilayah rural.
Hingga pertengahan tahun 2026, PNM tercatat telah melayani 23,1 juta nasabah aktif di seluruh pelosok nusantara. Capaian masif tersebut mengukuhkan posisi PNM sebagai lembaga pemberdayaan serta pembiayaan berbasis perempuan prasejahtera terbesar di dunia saat ini.
”Bersama Danantara, informasi dan operasional disajikan semakin diperkuat sesuai data, fakta, dan kondisi nyata di lapangan agar mencerminkan kondisi perusahaan secara lebih tepat, akuntabel, dan transparan,” jelas Direktur Utama PNM, Kindaris, Rabu (24/6/2026).
Langkah ekspansi taktis ini mendapat respons positif dari pucuk pimpinan regulator BUMN. COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengapresiasi tinggi konsistensi pertumbuhan PNM yang dinilai sukses melampaui target bisnis yang telah ditetapkan di awal tahun pabean.
Dony menekankan bahwa komitmen PNM sejalan dengan nafas transparansi dan pembenahan tata kelola informasi (corporate governance) yang sedang gencar ditekankan oleh Danantara bersama BP BUMN. Penyaluran modal kredit mikro kini dipastikan bergerak lebih sehat, terukur, dan tepat sasaran.
Harapan bagi emansipasi ekonomi perempuan kelompok subsisten kini semakin merata. Perluasan jaringan layanan PNM bahkan telah menyisir daerah pelosok Indonesia yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)—wilayah yang selama ini tidak terjangkau oleh industri perbankan konvensional (unbankable).
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan keluarganya. Bersama Danantara, kami ingin memastikan manfaat hadir dengan semangat yang dekat dengan masyarakat agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan antara perkotaan dan ujung Indonesia,” pungkas Kindaris.
Sebagai langkah keberlanjutan dari kampanye digital tahun lalu, PNM kini mengintegrasikan program pembinaan nasabah unggulan ini melalui gerakan terpadu di media sosial dengan tagar resmi #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM guna mengeskalasi produk lokal ke pasar yang lebih luas.





