bogortraffic.com, JAKARTA— Lonjakan biaya perguruan tinggi di tanah air terus menjadi tantangan makro bagi stabilitas ekonomi keluarga.
Menanggapi fenomena tahunan penerimaan mahasiswa baru, perusahaan asuransi jiwa nasional mendorong pergeseran paradigma perencanaan keuangan, di mana IFG Life soroti ketahanan finansial pendidikan yang kini wajib mengombinasikan draf pengumpulan aset dengan manajemen risiko hulu-ke-hilir.
Berdasarkan basis data resmi Statistik Penunjang Pendidikan BPS, rata-rata biaya kuliah kini menembus Rp19,01 juta per tahun ajaran. Bahkan, pada kelompok masyarakat kelas atas, angka pengeluaran tersebut melesat hingga rata-rata Rp24,42 juta per tahun.
”Banyak keluarga di Indonesia baru menyadari beratnya komitmen dana pendidikan saat anak sudah lolos seleksi kampus. Padahal, tantangan riilnya bukan cuma membayar uang pangkal di awal semester, melainkan menjaga kemampuan finansial hulu-hilir hingga draf pendidikan selesai di tengah ketidakpastian ekonomi,” urai Direktur Bisnis Individu merangkap Plt. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, Selasa (14/7/2026).
Fabiola menjabarkan bahwa komitmen studi selama empat hingga lima tahun tidak hanya mencakup uang kuliah tunggal (UKT).
Mahasiswa di lapangan dihadapkan pada inflasi biaya hidup, tempat tinggal, transportasi, hingga draf kebutuhan logistik riset perkuliahan yang terus mendaki.
Guna mengamankan cita-cita akademik anak, literasi keuangan masyarakat harus naik kelas dengan menerapkan dua fondasi utama:
Membangun Aset: Melalui draf tabungan berjangka, investasi terstruktur, serta penyediaan pos dana darurat.
Mengelola Risiko: Memproteksi rencana masa depan dari guncangan eksternal seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), penurunan omzet pendapatan, hingga musibah sakit.
Dalam koridor perencanaan yang komprehensif, IFG Life menegaskan posisi produk asuransi pelindung jiwa dan kesehatan bukan sebagai pengganti instrumen tabungan, melainkan bertindak sebagai draf jaring pengaman finansial.
Ketahanan ini memastikan bahwa apabila terjadi risiko buruk pada pencari nafkah utama, keberlangsungan studi anak tidak harus dikorbankan atau terputus di tengah jalan.
”IFG Life berkomitmen penuh untuk terus memperluas literasi finansial makro ini. Melalui skema perlindungan yang terjangkau dan menyeluruh, kami memposisikan diri sebagai mitra strategis keluarga Indonesia dalam menjaga stabilitas draf arus kas sekaligus mengawal pemenuhan kualitas hidup lewat jalur pendidikan tinggi,” pungkas Fabiola.





