Dies Natalis ke-11 STAN: Menkeu Purbaya Tegaskan Integritas Kunci Daya Saing Global

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat Berbicara di hadapan mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di acara kuliah umum puncak Dies Natalis ke-11 PKN STAN

bogortraffic.com, TANGERANG SELATAN— Penguatan integritas birokrasi di tingkat hulu menjadi harga mati dalam menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah ketidakpastian dunia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kualitas moral aparatur sipil negara (ASN) merupakan faktor penentu utama daya saing ekonomi Indonesia dalam menghadapi fragmentasi pasar global.

Bacaan Lainnya

​Pesan fundamental tersebut disampaikan Menkeu saat memberikan orasi ilmiah dalam agenda Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kuliah umum STAN pada acara puncak Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Jumat (10/7/2026).

​”Peran Anda di masa depan akan menentukan apakah Indonesia mampu bersaing di pasar global atau tidak. Bea Cukai yang bersih, Pajak yang bersih, serta proses streamlining kebijakan yang transparan akan langsung memengaruhi posisi tawar Indonesia di panggung domestik maupun dunia. Belajarlah dengan betul, karena nasib fiskal bangsa ini kelak tergantung pada Anda semua,” tegas Purbaya di hadapan ratusan mahasiswa.

​Menkeu Purbaya memaparkan bahwa lanskap ekonomi makro saat ini tengah dikepung tantangan kompleks yang masif, mulai dari eskalasi perang tarif antarnegara adidaya, pergeseran peta rantai pasok (supply chain), disrupsi teknologi digital, hingga tensi geopolitik hulu.

​Kondisi tersebut menuntut instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola oleh SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan disiplin.

Ketahanan Fiskal: Menjaga postur APBN tetap kredibel dan sehat sebagai perisai utama dari guncangan eksternal.

Respons Kebijakan: Memiliki kecepatan dalam membaca arah perubahan dunia guna menelurkan regulasi keuangan yang presisi.

​Purbaya mengingatkan bahwa penguasaan teknologi canggih dan pembaruan sistem administrasi tidak akan berdampak besar jika tidak ditopang oleh fondasi nilai kejujuran yang kokoh di dalam internal institusi.

​Ia berharap lulusan PKN STAN mampu bertransformasi menjadi benteng pertahanan dalam merawat akuntabilitas keuangan negara dari hulu ke hilir.

​“Kompetensi teknis bisa dilatih, sistem birokrasi bisa dibangun, dan teknologi digital bisa dibeli. Namun, satu hal yang tidak bisa ditawar adalah integritas; itu harus dijaga sejak awal, setiap hari, terutama ketika tidak ada orang lain yang melihat. Anda semua bukan sekadar calon ASN biasa, melainkan calon penjaga kepercayaan publik. APBN itu bukan sekadar deretan tabel angka penerimaan dan belanja, melainkan representasi nyata cara negara hadir di tengah kehidupan masyarakat,” pungkas Menkeu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan