bogortraffic.com, SANGATTA— Langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan di ruang praktikum sekolah kejuruan terus digalakkan dari wilayah lingkar industri Kalimantan Timur. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur memperluas cakupan edukasi hulu dengan merealisasikan program PAMA Safe School melalui Pelatihan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR).
Program di mana PAMA Kutai Timur latih K3LH SMK ini menyasar 120 peserta yang terdiri atas guru dan siswa dari tiga sekolah vokasi strategis: SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, dan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, Jumat (10/7/2026).
Materi IBPR yang diajarkan diadopsi langsung dari standar ketat operasional dunia pertambangan dan manufaktur global guna membangun kesadaran kolektif K3LH sejak dini di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan tertulis, melainkan budaya yang melekat. Kompetensi IBPR ini menjadi bekal krusial bagi siswa pendidikan vokasi agar siap bersaing di dunia industri nyata yang menuntut penerapan K3LH secara ketat,” urai Perwakilan CSR PAMA Area Kutai Timur dalam keterangan tertulisnya.
Dipandu langsung oleh kolaborasi tim Safety, Health, and Environment (SHE) serta divisi CSR PAMA, ratusan kader keselamatan sekolah dibekali dengan tiga pilar kecakapan teknis untuk memutus rantai potensi kecelakaan di ruang bengkel praktikum:
-
Mengenali Potensi Bahaya (Hazard Identification): Memetakan titik rawan mesin, instalasi listrik, serta perilaku tidak aman di area sekolah.
-
Menganalisis Tingkat Risiko (Risk Assessment): Mengukur kalkulasi probabilitas dan besaran dampak cedera fisik yang dapat ditimbulkan.
-
Menentukan Langkah Pengendalian (Risk Control): Menyusun hierarki kontrol yang presisi untuk mengeliminasi atau meminimalkan bahaya kerja.
Inisiatif taktis dari PAMA ini mendapat respons positif dari pihak manajemen sekolah. Jajaran pendidik menilai transfer keahlian ini secara simultan membentuk penguatan karakter (soft skill) siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan rekan kerja.
Pascapelatihan, para guru dan siswa yang telah tersertifikasi ini diproyeksikan menjadi pelopor (agent of change) keselamatan di lingkungan internal masing-masing. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, PAMA berkomitmen menyokong terciptanya ruang belajar yang aman dan berbudaya K3LH demi melahirkan SDM vokasi yang kompeten dan mengutamakan keselamatan.





