​Sasar 5.120 Pekerja, PTPN IV PalmCo Sertifikasi Kompetensi SDM Skala Besar

Gebrakan agribisnis! PTPN IV PalmCo sertifikasi kompetensi SDM skala besar sasar 5.120 pekerja demi genjot produktivitas hulu sawit.

bogortraffic.com, JAKARTA— Langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri kelapa sawit nasional terus dipacu oleh subholding BUMN perkebunan.

PTPN IV PalmCo secara masif mengakselerasi transformasi hulu lewat program standardisasi tenaga kerja guna mencetak SDM yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing global.

Bacaan Lainnya

​Melalui program terintegrasi ini, perusahaan menargetkan total 5.120 tenaga kerja tersertifikasi resmi secara bertahap demi memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta keberlanjutan bisnis komoditas sawit.

​”Standardisasi lewat program PTPN IV PalmCo sertifikasi kompetensi SDM ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan investasi strategis jangka panjang. Langkah ini menjadi penggerak utama dalam mendongkrak produktivitas hulu, efisiensi biaya operasional, serta memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan di pasar global,” tegas Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, Jumat (10/7/2026).

​Hingga performa kuartal II per Juni 2026, PalmCo mencatatkan realisasi hulu-hilir yang signifikan dengan berhasil menyertifikasi 2.581 tenaga kerja di sektor tanaman perkebunan. Komposisi lini depan operasional yang telah terverifikasi standar industri ini meliputi:

Klaster Lapangan: 86 Asisten Kepala, 336 Asisten Afdeling, serta 2.159 Mandor I dan Mandor Pemeliharaan.

Klaster Pengolahan (Mill): Ekstraksi kompetensi mekanik turut diperluas dengan menyasar 1.312 karyawan teknis di lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) guna menjaga keandalan mesin produksi.

​Guna menjaga keberlanjutan ekosistem edukasi internal, PalmCo juga telah mensertifikasi 42 asesor kompetensi mandiri di seluruh regional serta menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) terbaik yang telah lulus program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN).

​Peningkatan kecakapan para asisten dan mandor di lapangan diyakini akan memberikan dampak rembesan (multiplier effect) secara riil terhadap profitabilitas korporasi.

​Pekerja yang kompeten menjamin akurasi pemeliharaan tanaman secara presisi, ketepatan formulasi pemupukan hulu, hingga meminimalkan risiko kehilangan buah (losses) saat proses panen massal.

​”Transformasi makro perusahaan hanya dapat terwujud nyata jika ditopang oleh kualitas SDM yang adaptif dan terus berkembang. Kami akan terus memacu akselerasi sertifikasi ini hingga menembus target batas atas, sehingga PalmCo siap kokoh berdiri sebagai raksasa agribisnis kelas dunia yang andal,” pungkas Jatmiko.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan