bogortraffic.com, BOGOR— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus memperluas jangkauan fasilitas medis darurat tingkat hulu.
Sebagai langkah taktis mendekatkan pelayanan ke masyarakat, Dinkes mengumumkan daftar enam lokasi Puskesmas 24 Jam di Kota Bogor yang disiagakan penuh untuk mengantisipasi keluhan kesehatan warga di luar jam operasional normal.
Langkah penyediaan fasilitas non-stop ini ditujukan untuk menekan angka penolakan pasien di rumah sakit besar akibat kasus salah darurat (false emergency).
”Layanan 24 jam ini bertujuan mengurangi kasus false emergency di rumah sakit dan mendekatkan akses layanan hulu bagi warga. Jika masyarakat memiliki masalah kesehatan mendesak di malam hari, silakan datang ke puskesmas terdekat. Ada dokter jaga yang memeriksa awal, sehingga warga tidak perlu khawatir tertolak di RS atau menanggung biaya mandiri yang besar,” ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, Jumat (10/7/2026).
Daftar Enam Puskesmas Siaga 24 Jam
Saat ini, fasilitas medis yang melayani pengobatan siang-malam tersebut telah tersebar di enam titik strategis Kota Bogor, meliputi:
- Puskesmas Bogor Tengah
- Puskesmas Bogor Timur
- Puskesmas Tanah Sareal
- Puskesmas Pasir Mulya
- Puskesmas Cipaku
- Satu titik puskesmas lain (Saat ini masih dalam tahap finalisasi persiapan operasional).
Informasi ini disampaikan dr. Erna di sela-sela agenda Jumat Sehat berupa senam bersama dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para jurnalis di Kantor PWI Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal.
Selain mengoptimalkan puskesmas siaga, dr. Erna memaparkan performa makro program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Bogor yang sukses mencatatkan angka realisasi tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 2025, program CKG berhasil menyasar hampir 530 ribu penduduk (49 persen dari target). Sementara untuk periode tahun 2026, Pemkot Bogor membidik target cakupan 46 persen, di mana hingga awal Juli ini realisasinya telah melesat menyentuh angka 39 persen.
Namun, dari hasil skrining massal hulu-hilir tersebut, Dinkes menemukan fakta bahwa tren Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas masih mendominasi Kota Bogor.
”Sekitar 90 persen pemicu penyakit hipertensi dan diabetes ini mutlak disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat. Banyak warga yang minim aktivitas fisik atau olahraga, rendah konsumsi serat buah dan sayur, serta tingginya kebiasaan merokok. Lewat CKG berkala ini, kami ingin masyarakat lebih sadar untuk memperbaiki pola hidup,” pungkas dr. Erna.





