bogortraffic.com, BOGOR – Langkah Timnas Prancis melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 harus dibumbui momen dramatis yang menguji mental sang kapten, Kylian Mbappe.
Kiper tangguh Maroko, Yassine Bono gagalkan penalti Mbappe dalam laga sengit babak perempat final yang mempertemukan kedua tim raksasa tersebut, Rabu malam tadi.
Meskipun Les Bleus pada akhirnya tetap sukses mengamankan tiket semifinal usai membungkus kemenangan 2-0 atas Maroko, kegagalan eksekusi penalti bintang Real Madrid pada menit ke-28 itu langsung menjadi sorotan utama hulu ke hilir.
Keberhasilan Bono membaca arah bola tidak hanya menyelamatkan gawang Singa Atlas sementara waktu, tetapi juga memaksa Mbappe kembali mengingat memori paling kelam dalam karier internasionalnya.
Patahkan Rekor 15 Gol Penalti Beruntun sang Kapten
Berdasarkan data statistik dari jaringan makro Opta, ini merupakan kegagalan penalti pertama Kylian Mbappe bersama Timnas Prancis dalam waktu normal maupun adu penalti sejak tragedi menyakitkan di babak 16 besar Euro 2020 silam.
Catatan impresif Bono malam tadi sekaligus resmi memutus rekor beruntun Mbappe yang sebelumnya sukses melesakkan 15 gol penalti tanpa celah bagi negaranya.
Sebagai kilas balik, Mbappe terakhir kali gagal mengeksekusi penalti pada Juni 2021 saat bersua Swiss, yang menyebabkan Prancis tersingkir secara mengejutkan. Saat trauma itu terjadi, Mbappe sempat mencurahkan isi hatinya di Instagram:
“Saya meminta maaf atas tendangan ini. Saya ingin membantu tim, tetapi saya gagal. Akan sangat sulit bagi saya untuk tidur nyenyak setelah insiden ini,” tulis Mbappe kala itu.
Pers Maroko Terbelah Usai Singa Atlas Tersingkir
Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan dongeng indah Maroko di panggung dunia. Selepas peluit panjang berbunyi, opini publik dan surat kabar di Maroko dilaporkan langsung terbelah menjadi dua kubu dalam menyikapi hasil hulu-hilir tersebut.
Sebagian media lokal memuji habis-habisan performa heroik skuad asuhan Walid Regragui yang dinilai tampil membanggakan dan spartan sepanjang turnamen makro ini.
Namun, sebagian pers lainnya justru mengkritik tajam runtuhnya fokus lini pertahanan di babak kedua, serta menyebut tim mereka tampil seperti “tim hantu” yang kehilangan magis pasca-kegagalan penalti yang sempat digagalkan oleh kegemilangan Yassine Bono.





