bogortraffic.com, JAKARTA— Ajang internasional Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang resmi dibuka di Jakarta, Rabu (8/7/2026), menjadi panggung unjuk gigi bagi inovasi finansial inklusif tanah air. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses memukau forum dunia dengan memaparkan model keuangan syariah PNM Mekaar yang terbukti efektif menjadi mesin pengentas kemiskinan ekstrem di tingkat akar rumput.
Di hadapan delegasi blok Developing Eight (D-8)—termasuk Turki, Malaysia, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan—PNM mengupas tuntas efektivitas modal sosial dalam sistem keuangan Islam.
“Enam belas juta perempuan prasejahtera di Indonesia tidak pernah meminta untuk dikasihani atau diselamatkan. Mereka hanya butuh diberikan ruang serta akses kepercayaan untuk bertumbuh. Ketika komitmen itu diberikan, mereka terbukti mampu mengubah ekonomi keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat sejati pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” tegas Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, dalam sesi HEI Talk, Jumat (10/7/2026).
Dodot memaparkan, distingsi utama yang membuat ekosistem PNM Mekaar dikagumi oleh para pakar ekonomi global adalah inovasi radikal dalam menghapus syarat agunan fisik (sertifikat tanah/kendaraan). PNM menggantinya dengan konsep social collateral atau jaminan sosial kelompok.
Mekanisme ini berjalan pararel dengan prinsip tanggung renteng dalam fikih keuangan syariah. Antarpandega perempuan prasejahtera saling menjamin akuntabilitas pembayaran satu sama lain dalam pertemuan mingguan, sehingga mampu mengeliminasi tumpukan dokumen birokrasi perbankan yang rumit.
Hingga saat ini, penetrasi bisnis PNM Mekaar telah mencakup:
-
Jangkauan Makro: Melayani 16,1 juta nasabah aktif melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi yang tersebar di 6.600 kecamatan.
-
Dominasi Syariah: Sebanyak 73 persen dari total keseluruhan portofolio produk pembiayaan PNM Mekaar kini telah sepenuhnya bermigrasi ke prinsip syariah murni.
Data performa hulu-hilir PNM mencatat dampak ekonomi yang sangat masif. Sejak digulirkan pada 2017, program pemberdayaan perempuan ini sukses menyumbang kenaikan angka konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun, serta mencetak volume ekspor produk binaan melampaui USD 3 miliar.
Secara internal, 90 persen nasabah menegaskan telah mencapai kemandirian finansial, dan 74 persen di antaranya mengalami lonjakan pendapatan bersih secara signifikan.
Melalui tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, keikutsertaan PNM dalam Halal Expo Indonesia 2026 mengukuhkan posisi Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan laboratorium hidup industri keuangan syariah paling berdampak di dunia.





