Cetak Rekor Dividen Rp52,1 Triliun, Kinerja BRI di bawah Supervisi Danantara Kian Melesat

Bank Rakyat Indonesia.

bogortraffic.com, JAKARTA— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses menorehkan lompatan prestasi bersejarah pada awal tahun 2026.

Melalui fase pengelolaan baru di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, bank pelat merah ini berhasil memperkuat fundamental bisnis inti sekaligus menahbiskan diri sebagai lokomotif utama penggerak ekonomi kerakyatan nasional.

Bacaan Lainnya

​Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan resmi mengetuk palu pembagian total dividen tunai Tahun Buku 2025 senilai Rp52,1 triliun (Rp346,00 per saham). Nominal fantastis ini tercatat sebagai dividen tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BRI.

​”Kehadiran Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat sinergi dan mempercepat transformasi. Kami ingin memastikan kinerja BRI di bawah supervisi Danantara tidak hanya tecermin pada rapor keuangan yang solid, melainkan juga pada kontribusi nyata pemberdayaan UMKM hulu ke hilir,” ungkap Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, Senin (6/7/2026).

​Indikator kesehatan finansial emiten berkode saham BBRI ini terus menunjukkan grafik eksponensial.

Pada laporan keuangan Triwulan I 2026, laba bersih konsolidasian perseroan melonjak 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai Rp15,5 triliun.

​Pertumbuhan ini disokong oleh efisiensi pendanaan yang matang, di mana rasio dana murah (CASA) naik ke level 68,07 persen sehingga berhasil menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) drop hingga ke posisi 2,3 persen.

​Akselerasi bisnis makro perbankan didorong melalui cetak biru transformasi BRIVolution Reignite serta agenda Corporate Rebranding yang mengusung slogan “Satu Bank untuk Semua”.

​Sejalan dengan arahan pemerintah, portofolio pembiayaan produktif BRI diarahkan penuh untuk menyokong program prioritas Asta Cita:

  • Penyaluran KUR Jumbo: Sepanjang Januari-Mei 2026, realisasi KUR BRI menembus Rp84,36 triliun (46,87% dari kuota Rp180 triliun), dengan sektor pertanian sebagai penyerap terbesar senilai Rp35,91 triliun.
  • Akses Rumah Rakyat: Kredit Pemilikan Properti (KPP) mengucur Rp9,5 triliun bagi 68.212 debitur. Pemkot dan pusat bahkan mengizinkan plafon KPP 2026 dinaikkan menjadi Rp12 triliun.
  • Ekosistem Desa & Anak Usaha: Membina 5.245 Desa BRILiaN dan mengoordinasikan entitas anak yang sukses menyumbang 25,1 persen dari total laba bersih konsolidasian grup.

​Apresiasi senada dilemparkan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Ia menegaskan rentetan hasil positif bank Himbara merupakan pilar strategis untuk mengamankan proyek hilirisasi industri, ketahanan pangan nasional, serta penciptaan lapangan kerja padat karya secara masif di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan