Sasar Standardisasi Adiwiyata, Program CSR PAMA Tanam Pohon Masif di Lima Sekolah

Kejar target Adiwiyata! Program CSR PAMA Kutai Timur tanam pohon sebanyak 145 bibit di lima sekolah binaan demi pelestarian plasma nutfah.

bogortraffic.com, SANGATTA— Komitmen pelestarian lingkungan hidup di wilayah lingkar tambang Kalimantan Timur terus diperkuat. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) distrik Kutai Timur merealisasikan kontribusi hijaunya melalui aksi penyaluran dan penanaman 145 bibit pohon produktif secara serentak di lima institusi sekolah binaan, Jumat (10/7/2026).

Agenda penghijauan makro ini diintegrasikan ke dalam pilar Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di bawah payung program PAMA Safe School, yang berfokus menanamkan budaya Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) sejak dini di ekosistem pendidikan hulu.

Bacaan Lainnya

Selain mereduksi emisi karbon lokal, program CSR PAMA Kutai Timur tanam pohon ini dirancang secara taktis untuk menyokong pemenuhan indikator standardisasi Sekolah Adiwiyata (sekolah berwawasan lingkungan) yang berkelanjutan di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Manajemen PAMA mengurasi varietas bibit secara ketat dengan mengombinasikan tiga fungsi utama, yakni pemenuhan gizi mandiri, pelestarian plasma nutfah, serta perbaikan kualitas mikro udara.

Tiga klaster pohon yang ditanam di area pekarangan sekolah meliputi:

  • Tanaman Buah Produksi: Menjadi pemicu ketahanan pangan komoditas hortikultura segar di lingkungan internal sekolah.

  • Tanaman Buah Langka (Pranaraksa): Berfungsi sebagai media edukasi riil bagi para siswa untuk mengenal dan melestarikan keanekaragaman hayati asli nusantara yang mulai punah.

  • Pohon Berdaya Ekologis Tinggi: Berperan sebagai peneduh alami untuk menurunkan suhu mikro wilayah serta mengoptimalkan sirkulasi oksigen bersih di sekitar ruang kelas.

Melalui keterlibatan langsung dalam proses menanam hingga pemeliharaan berkala, seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan—diajak aktif membangun rasa tanggung jawab bersama dalam merawat ruang terbuka hijau.

Perwakilan manajemen PAMA menegaskan bahwa kehadiran vegetasi yang asri dan rindang terbukti linier dengan peningkatan konsentrasi, kenyamanan, serta produktivitas akademik siswa saat beraktivitas di luar ruangan.

“Menanam pohon bukan sekadar memindahkan bibit ke dalam tanah, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang untuk menumbuhkan nilai kepedulian ekologis kepada generasi penerus. PAMA percaya sinergi erat bersama otoritas sekolah dan masyarakat ini akan menjadi stimulan bagi lahirnya gerakan serupa demi mewujudkan masa depan Kutai Timur yang lebih hijau, sehat, dan seimbang,” pungkas perwakilan manajemen PAMA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan