World Sight Day 2025: JEC Lawan Stigma dan Dampak Psikososial Mata Juling

JEC Gelar Bakti Sosial Operasi Mata Juling Gratis: Pulihkan Penglihatan dan Kepercayaan Diri Anak Korban Bully

bogortraffic.com, JAKARTA – JEC Eye Hospitals & Clinics, sebagai eye care leader di Indonesia, melanjutkan langkah proaktifnya melalui program tahunan “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC”.

Inisiatif ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan World Sight Day 2025 di RS Mata JEC @ Menteng dengan target 30 pasien mata juling (strabismus) mendapatkan operasi korektif secara gratis sepanjang bulan Oktober-November 2025.

Bacaan Lainnya

Kondisi strabismus, di mana mata kanan dan kiri tidak sejajar, sering kali memicu dampak psikososial serius. Muhammad Zaki Al Banan (12 tahun) dari Ciledug, Tangerang, salah satu penerima manfaat, pernah merasakan pahitnya perundungan di sekolah.

“Sering di-bully, dipanggil mata stereo,” kisah Zaki. Ejekan itu membuatnya minder, enggan bermain dan ke sekolah. Setelah menjalani prosedur bedah sederhana namun presisi tinggi di JEC pada 2024, Zaki kini mengaku: “Sekarang jadi lebih percaya diri.”

Lebih dari Estetika: Strabismus Tingkatkan Risiko Gangguan Mental

Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MMedEdu, Dokter Subspesialis Konsultan Strabismus JEC Eye Hospitals & Clinics, menegaskan bahwa mata juling bukan hanya masalah estetika.

“Mata juling bukanlah kondisi yang terkait estetika semata, penyandangnya bisa terdampak lebih jauh, yakni ketidakpercayaan diri. Padahal, setiap individu berhak memiliki penglihatan optimal guna memungkinkannya belajar, bekerja dan berinteraksi dengan lebih leluasa,” ujar Dr. Retno.

Prevalensi global mata juling diperkirakan mencapai 1,93 persen. Secara medis, penyandang strabismus berisiko mengalami pandangan kabur, penglihatan ganda, dan sakit kepala. Lebih mengkhawatirkan, studi menyebut penyandang strabismus riskan terserang gangguan mental 10 persen lebih tinggi, termasuk depresi, ansietas, dan fobia sosial.

Temuan lain mencatat bahwa 80 persen penyandang mata juling merasa malu atau terhina dalam berbagai situasi sosial.

Intervensi Medis yang Worth It dan Misi Mengembalikan Kepercayaan Diri

Solusi penanganan berupa operasi korektif terbukti bukan sekadar prosedur kosmetik, melainkan intervensi medis yang memberikan dampak positif jangka panjang. Riset di Jepang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam fungsi penglihatan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental pasien tiga bulan setelah operasi.

Penelitian tersebut bahkan menunjukkan bahwa investasi untuk tindakan operasi mata juling jauh lebih ekonomis ketimbang kerugian finansial apabila kondisi tersebut dibiarkan.

DR. dr. Soefiandi Soedarman, SpM(K), selaku Direktur Medik & Keperawatan RS Mata JEC @ Menteng, menegaskan misi utama kegiatan ini.

“Harapan kami, operasi yang kami fasilitasi mampu memulihkan fungsi penglihatan serta mengembalikan kepercayaan diri mereka. Dengan demikian, mereka bisa kembali berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat, tanpa perlu mendapatkan stigma apapun,” imbuh DR. dr. Soefiandi.

Program tahunan “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” telah membantu lebih dari 100 pasien strabismus sejak pertama digagas pada 2022. Selain layanan medis gratis, JEC juga menggelar rangkaian kegiatan edukasi melalui online dan offline channel guna membangun ekosistem kesehatan mata yang lebih peduli dan responsif.

Sebagai bagian dari peringatan #LoveYourEyes World Sight Day 2025, JEC juga akan menggelar JEC Charity Run 2025 pada 26 Oktober 2025 di RS Mata JEC @ Kedoya untuk mendukung akses transplantasi kornea.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan