bogortraffic.com, BOGOR— Wisata di kawasan kaki Gunung Salak kembali menyuguhkan destinasi tersembunyi bagi para pencinta petualangan luar ruang.
Terletak di kawasan Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, jalur trekking Curug Ciampea Bogor kini menjadi primadona baru berkat kombinasi panorama hutan pinus yang estetik dan keindahan kolam alami berundak hulu-ke-hilir.
Destinasi ramah kantong ini menawarkan sensasi olahraga fisik yang menantang sekaligus menyejukkan mata bagi para pendaki pemula maupun wisatawan minat khusus.
Wisatawan memiliki dua opsi draf akses utama menuju lokasi fisik air terjun. Pilihan pertama melewati gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang dikenakan biaya retribusi kawasan tambahan.
Pilihan kedua yang lebih ekonomis adalah via Desa Tenjolaya di Tapos dengan patokan awal Indomaret Tenjolaya.
Detail draf estimasi biaya dan fasilitas di jalur masuk Tapos meliputi:
- Tiket Masuk & Parkir: Retribusi tiket terpadu dipatok Rp27.000 per orang, ditambah draf biaya parkir motor sebesar Rp6.000 dengan area lahan parkir luas.
- Kondisi Jalan: Akses aspal menuju lokasi tergolong mulus dengan beberapa tanjakan landai yang mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aktivitas fisik trekking dari area parkir menuju titik air terjun utama memakan draf waktu sekitar 40 hingga 50 menit berjalan kaki.
Jalur awal didominasi jalan berbatu rapi berlapis semen yang membelah keteduhan hutan pinus, melewati area perkemahan (camping ground) komersial yang difasilitasi toilet bersih, warung logistik, serta draf sinyal telekomunikasi yang stabil.
Selepas area perkemahan, medan berubah menjadi tanjakan berbatu terjal dengan aliran sungai jernih.
Di titik akhir tingkat bawah, lelah wisatawan akan langsung terbayar oleh pemandangan draf air terjun utama yang mengalir ke kolam hijau jernih menyerupai green lagoon.
Bagi petualang dengan draf ketahanan fisik prima, eksplorasi bisa dilanjutkan ke Curug Ciampea tingkat dua di bagian atas.
Namun, jalur ke tingkat atas ini menuntut kewaspadaan ekstra karena medannya sangat terjal, licin, dan hanya mengandalkan pegangan akar pohon sederhana.
”Bagi masyarakat yang ingin menjajal jalur ini, draf persiapan fisik dan pemilihan alas kaki yang tepat sangat krusial. Wisatawan diimbau ekstra hati-hati saat musim hujan karena jalur tanah liat menuju bibir air terjun cenderung licin. Curug Ciampea menjadi draf rekomendasi terbaik untuk melepas penat di akhir pekan,” bunyi rekomendasi pengelola lokal.





