Menko Zulhas: Program MBG Kunci Perbaikan SDM, Targetkan Rata-Rata IQ Anak Indonesia Capai 120

Menko Pangan Zulkifli Hasan sebut MBG kunci perbaikan SDM Indonesia, optimis naikkan IQ & fisik. MBG sasar 82,9 juta penerima, dukung kecerdasan.

bogortraffic.com, BOGOR – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa membantu mencerdaskan masyarakat dan memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Pejabat yang akrab dipanggil Zulhas itu juga menyebut bahwa MBG selain menaikkan rata-rata Intelligence Quotient (IQ) juga memberi pengaruh pada pertumbuhan fisiknya. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kualitas manusianya.

Bacaan Lainnya

“Tidak mungkin negara itu maju atau miskin, itu bergantung cara ngelolanya, bergantung produktivitasnya. Artinya tergantung kepada manusianya, tergantung kepada sumber daya manusianya,” ujar Zulhas dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, di JCC pada Sabtu, 1 November 2025.

“Kalau sumber daya manusia kita gizinya kurang dan itu yang terjadi bertahun-tahun, itu fisiknya lemah, IQ-nya rendah,” imbuhnya.

Optimisme Naikkan Rata-Rata IQ ke Angka 120

Zulhas lantas menyebut bahwa saat ini rata-rata IQ masyarakat Indonesia berada di angka 78. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat yang kesulitan berpikir secara logis dan menguasai perhitungan dasar, yang sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas.

“Oleh karena itu kalau saya tidak salah, mohon maaf, rata-rata IQ di rata-rata Indonesia 78. Tentu yang di ruang ini beda, tapi rata-rata 78,” ujarnya.

“Kumpulkan satu kampung di dusun, satu kampung, seribu orang bapak kumpulkan. Tanya kalau putranya bapak tiga, putranya bapak empat, hitung dong berapa keperluanmu sebulan, dan berapa satu tahun anakmu bisa sekolah, tidak bisa ngitung,” jelasnya.

MBG yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat diyakini oleh Zulhas bisa membantu memenuhi kecerdasan masyarakat Indonesia secara kolektif.

“Kebijakan berikutnya adalah memberikan makan agar anak-anak Indonesia itu gizinya cukup, kalau gizinya cukup, fisik oke, otak cerdas,” ucap Ketua Umum PAN itu.

“Kita harapkan rata-rata IQ anak Indonesia bisa 120 baru kita bisa bersaing,” tambahnya.

MBG Sebagai Media Pembelajaran Siswa

Sebelumnya, Program MBG juga sempat disorot oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Stella Christie. Ia menyatakan MBG bisa membantu para siswa sebagai penerima manfaat untuk meningkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris.

“Setiap hari adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak untuk belajar, dengan program MBG,” ujar Stella saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di ITB, Jawa Barat pada 8 Agustus 2025 lalu.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” sambungnya.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang menjelaskan bahwa MBG bisa menjadi media pembelajaran bagi siswa di sekolah.

“Maksudnya Bu Stella, saya kemarin ngobrol, mengatakan bahwa pada saat anak-anak disajikan makanan, itu dapat dijadikan media untuk sekaligus pembelajaran, yaitu akan meningkatkan intelektualitas,” ujar Dadan kepada wartawan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta pada 17 Agustus 2025.

Dadan menjelaskan, menu MBG yang beragam itu bisa jadi materi pembelajaran siswa, misalnya dengan tebak-tebakan nama buah dalam bahasa Inggris dan perhitungan dasar.

“Jadi, kalau hari ini misalnya disajikan makanan ada jeruk kemudian ada ikan, Bu Stella itu menyarankan jeruk itu ada berapa jenis, kemudian bahasa Inggrisnya apa,” terangnya.

“Kemudian kalau nasi, berapa nasi itu bisa dihitung gitu, ya gitu maksudnya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan