bogortraffic.com, JAKARTA— Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara mengenai dinamika pelaksanaan salah satu agenda prioritas nasional.
Luhut meyakini tata kelola dan eksekusi Program Makan Bergizi Gratis Luhut di lapangan bakal jauh lebih matang dan membaik dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan.
Mantan Menko Marves ini mengimbau elemen masyarakat untuk tidak terus-menerus mempermasalahkan kendala teknis yang sempat muncul pada tahap awal peluncuran.
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang bergerak cepat melakukan pembenahan sistemik secara internal.
”Kemarin mungkin kita agak terlalu sedikit buru-buru, sehingga banyak yang masalah di sini. Jadi enggak usah juga terlalu ribut lah, kan sudah diselesaikan baik-baik juga semua. Saya yakin, dalam enam bulan, satu tahun ke depan, pasti akan jauh lebih baik,” ujar Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, Luhut menggarisbawahi catatan penting dari DEN terkait perlunya intervensi efisiensi yang lebih ketat dalam implementasi kebijakan fiskal ini. Ia memberikan masukan strategis agar distribusi makanan tersebut tidak dipaksakan berjalan serentak secara masif di seluruh wilayah, melainkan menggunakan klasterisasi wilayah yang terukur.
”Sebenarnya harus dilakukan efisiensi lagi. Jadi mengidentifikasi masalahnya juga, kenapa harus semua sekaligus? Kan bisa dibikin bertahap,” tambah Luhut.
Meskipun menyisakan ruang evaluasi, Luhut menegaskan bahwa program yang diinisiasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini memiliki dampak rembesan ekonomi (multiplier effect) yang sangat masif bagi masyarakat di tingkat akar rumput (grassroots).
Suntikan dana triliunan rupiah yang dialokasikan langsung ke daerah dinilai efektif memicu pemerataan ekonomi dan menghidupkan ekosistem UMKM sektor pangan lokal.
”Kami punya kepentingan juga supaya mendorong pertumbuhan ekonomi, karena itu kan pemerataan sebenarnya. Rp1 triliun anggaran turun ke bawah itu dampaknya besar,” pungkasnya.





