bogortraffic.com, JAKARTA— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar (Gus War), memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah. Kebijakan ini dinilai sangat mulia karena menyasar langsung pemenuhan pangan masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
Namun, di balik dukungan tersebut, Gus War memberikan catatan kritis sekaligus peringatan keras mengenai potensi kebocoran anggaran di lapangan akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Ada yang nakal, mestinya Rp10 ribu dikurangi menjadi Rp7 ribu atau Rp5 ribu. Mungkin diambil untuk mambal dulu nyuap ketika ingin mendapatkan izin. Ada satu titik Rp300 juta, Rp500 juta,” beber Gus War, Sabtu (13/6/2026).
Gus War mensinyalir adanya celah korupsi dalam rantai birokrasi pengadaan, di mana alokasi dana per porsi makanan rawan disunat demi menutupi biaya suap perizinan proyek di tingkat bawah. Ia meminta pengawasan ketat agar esensi gizi yang diterima anak-anak tidak berkurang akibat penurunan nilai pagu makanan tersebut.
Oleh karena itu, tata kelola penyaluran dana dalam Program Makan Bergizi Gratis MUI ini mendesak untuk diawasi secara transparan, mulai dari pusat hingga ke dapur-dapur produksi di daerah.
Selain faktor integritas pengelolaan dana, Ketua MUI juga mengingatkan pemerintah untuk cermat menghitung mitigasi risiko makroekonomi dari program berskala masif ini.
Gus War menilai pergerakan harga komoditas pangan di pasar sangat rentan bergejolak. Dampak inflasi musiman perlu diantisipasi secara matang, terutama jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi membebani sektor transportasi dan distribusi logistik pasokan bahan pokok ke wilayah-wilayah target.





