bogortraffic.com, BOGOR – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) terus mempercepat kegiatan mitigasi dan penanganan kontaminasi radioaktif di kawasan industri dan pemukiman di Cikande, Kabupaten Serang, guna mencegah meluasnya dampak radiasi Cs-137 dan melindungi kesehatan masyarakat, pekerja, serta keberlanjutan kegiatan pabrik di wilayah tersebut.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Mitigasi dan Penanganan Dekontaminasi Cesium-137, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa kegiatan mitigasi dan dekontaminasi secara intensif terus dilakukan.
“Sebanyak 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi Cs-137 telah berhasil didekontaminasi oleh Satgas. Pabrik-pabrik yang telah selesai dekontaminasi dapat segera melakukan operasi dengan supervisi dari BRIN dan Bapeten,” ujar Rasio Ridho Sani.
Rasio menegaskan bahwa untuk melindungi keselamatan masyarakat, kegiatan dekontaminasi juga terus dilakukan di luar pabrik, terutama di Zona Merah, meliputi pemukiman, lapak, dan lahan kosong yang terdampak.
“Kegiatan dekontaminasi di luar pabrik secara intensif terus dilakukan oleh Satgas,” jelasnya.
Kontaminasi Cesium-137 di Zona Merah diketahui disebabkan oleh penggunaan limbah peleburan logam (slag) yang terkontaminasi radioaktif dan digunakan masyarakat sebagai material urugan. Dari 12 lokasi yang teridentifikasi di Zona Merah, 5 lokasi telah berhasil didekontaminasi, sementara 7 lokasi lainnya masih dalam proses dekontaminasi intensif.
Proses pembersihan dan pemindahan material urugan terkontaminasi Cs-137 di Zona Merah dilakukan oleh Tim Nubika Zeni TNI-AD dan KBRN Gegana Brimob Polri.
Menurut Rasio Ridho Sani, hingga saat ini material hasil dekontaminasi yang berhasil dipindahkan mencapai 275,87 meter kubik atau setara dengan 558,8 ton.
Seluruh proses dekontaminasi dilakukan dengan mengikuti protokol keamanan radiasi yang dikendalikan oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari BRIN dan Bapeten.
Selain membersihkan pabrik-pabrik terkontaminasi, Satgas juga mencatat kemajuan penting dalam kegiatan mitigasi dengan memeriksa 36.769 kendaraan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh BRIN dan KBRN Gegana Brimob Polri.
Sejak 17 Oktober 2025, tidak ditemukan lagi kendaraan yang terdeteksi mengandung Cesium-137, menandakan adanya penurunan signifikan dalam penyebaran radioaktif melalui udara (airborne) di wilayah Cikande.
“Kemajuan penanganan kontaminasi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah melalui Satgas. Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama seluruh pihak, warga serta instansi lainnya dalam mendukung mitigasi dan percepatan dekontaminasi ini,” pungkas Rasio.





