​Tembus 91 Persen, Wamen LH Minta Ruang Terbuka Hijau IPB University Jadi Contoh Nasional

Wamen Diaz saat menghadiri perayaan Environment Day dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jumat (5/6/2026).

bogortraffic.com, BOGOR— Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengelola kawasan lindung kampus.

Hingga saat ini, persentase ruang terbuka hijau IPB University telah sukses menembus angka 91 persen dari total luas area yang dimiliki.

Bacaan Lainnya

​Pujian tersebut disampaikan langsung oleh Wamen Diaz saat menghadiri perayaan Environment Day dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jumat (5/6/2026).

Ia mendorong agar IPB menjadi kiblat bagi perguruan tinggi lain dalam aksi nyata mitigasi perubahan iklim.

​“IPB luar biasa, ruang terbuka hijau nya sudah 91%. Padahal kalau sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, yang dimandatkan untuk daerah adalah 30% untuk ruang terbuka hijau. Seharusnya IPB menjadi contoh untuk membicarakan perubahan iklim untuk kampus lain,” ujar Diaz Hendropriyono.

​Dalam orasi ilmiahnya, Wamen Diaz mengingatkan para mahasiswa bahwa dampak pemanasan global sudah berada di tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Dibandingkan dengan era pra-revolusi industri (1850-1900), rata-rata temperatur permukaan bumi saat ini telah melonjak hingga 1,4°C – 1,6°C.

​Kenaikan suhu ekstrem ini memicu mencairnya lapisan es abadi di Pegunungan Jayawijaya, Papua, yang diprediksi akan habis total dalam waktu dua tahun ke depan.

Lebih ngeri lagi, data riset terbaru menunjukkan ancaman nyata bagi wilayah kepulauan Indonesia.

​“Penelitian dari BRIN mengatakan bahwa di tahun 2050, akan ada 1.500 pulau kecil tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut. Cara paling sederhana untuk menghadapi dampak perubahan iklim adalah penanaman pohon. Manusia perlu pohon, satu orang satu pohon,” lanjut Diaz.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni harus dijadikan pemantik konsistensi perbaikan ekosistem, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.

​Menurut Arif, sinergi antara riset akademis di kampus hijau seperti IPB dan kebijakan strategis pemerintah menjadi kunci utama agar Indonesia mampu beradaptasi sekaligus menekan laju kerusakan lingkungan global di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan