bogortraffic.com, SEMARANG – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, resmi menegaskan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Semarang Raya.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mengakhiri darurat sampah di Jawa Tengah.
Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal. PSEL Semarang Raya dirancang untuk mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari dari total produksi 1.627 ton di wilayah tersebut.
“Meskipun banyak teknologi dan metode pengelolaan sampah tersedia, skala besar membutuhkan teknologi tinggi. PSEL menjadi solusi strategis karena mampu mengubah sampah menjadi energi listrik. Namun, selama periode pembangunan, Pak Gubernur akan memimpin upaya reduksi sampah melalui berbagai teknologi yang tersedia maupun yang akan disediakan,” ujar Menteri Hanif, Sabtu (28/3/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif arahan tersebut dan menegaskan kesiapan jajarannya untuk melakukan reduksi sampah secara masif di seluruh wilayah Jawa Tengah melalui kepemimpinan yang kuat.
“Hari ini kita bangga telah diberikan arahan langsung dari Pak Menteri, yang juga merupakan instruksi Bapak Presiden. Pada 2029 nanti, kita menargetkan zero sampah. Kami berkomitmen melakukan reduksi agar sampah di Jawa Tengah bisa terkelola dengan baik dan benar-benar mencapai zero sampah,” tegas Ahmad Luthfi.
PSEL Semarang Raya mengusung konsep aglomerasi regional yang melibatkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek berbasis teknologi ramah lingkungan ini.
Sembari menunggu fasilitas PSEL beroperasi, kedua pimpinan daerah tersebut akan menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat guna memastikan sistem pengelolaan yang terkoordinasi.
Selain di Semarang, Menteri Hanif juga melakukan kunjungan kerja ke TPA Putri Cempo, Solo, didampingi Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto.
Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi operasional pembangkit listrik tenaga sampah yang sudah ada di lokasi tersebut guna menyiapkan rekomendasi teknis lebih lanjut bagi keberlanjutan energi hijau di Jawa Tengah.
Proyek PSEL Semarang Raya sendiri akan dikelola secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta untuk menjamin operasional yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan perkotaan.






