bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kota Bogor sepakat menjalin kolaborasi dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
Dalam skema tersebut, sekitar 750 ton sampah dari Kota Depok direncanakan akan dikirim setiap hari ke fasilitas pengolahan di kawasan Kayumanis, Kota Bogor. Sampah tersebut nantinya diproses di hanggar khusus yang disiapkan untuk pengolahan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebutkan, operasional pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton sampah per hari.
Sementara itu, volume sampah di Kota Bogor belum mencukupi kebutuhan tersebut, sehingga diperlukan tambahan suplai dari Depok. Menurutnya, Kota Bogor telah menyiapkan lokasi fasilitas pengolahan.
Supian menegaskan, peran kedua daerah dalam kerja sama ini cukup jelas, yang mana Bogor menyediakan infrastruktur, sedangkan Depok memasok sampah sebagai bahan baku.
“Kota Bogor menyiapkan tempatnya, Depok mengirim sampahnya,” ujar Wali Kota Depok Supian Suri.
Rencananya, pengiriman sampah dari Depok ke Bogor akan mulai direalisasikan pada 2028. Fasilitas pengolahan akan dibangun terlebih dahulu, termasuk hanggar dan mesin pengolahnya.
Ia berharap, pada awal 2028, distribusi sampah dari Depok ke Bogor sudah dapat berjalan sesuai rencana. Dengan adanya program ini, beban penanganan sampah di Kota Depok diharapkan dapat berkurang secara signifikan.






