Wamen KLH Diaz Hendropriyono Dorong Percepatan Proyek PSEL di Padang

Wamen LH Diaz Hendropriyono dorong pembangunan PSEL Padang Raya untuk kelola 100% sampah di 2029.

bogortraffic.com, PADANG – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong terwujudnya proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Padang Raya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengejar target ambisius pengelolaan sampah yang tertuang dalam RPJMN.

Bacaan Lainnya

Dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL Padang Raya di Istana Gubernur Sumatera Barat, Wamen Diaz memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala daerah atas sinergi yang telah terbangun.

“Saya apresiasi gubernur, wakil gubernur, dan para wali kota terkait PKS karena memang diberi target yang tinggi sekali oleh RPJMN, tahun lalu 51% sampah terkelola, tahun ini 63%, dan 2029 harus 100%,” jelas Wamen Diaz.

Upaya percepatan ini melibatkan kolaborasi lintas daerah yang mencakup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemkot Padang, Pemkot Solok, Pemkot Bukittinggi, dan Pemkot Padang Panjang. Meski PKS telah diteken, Wamen Diaz mengingatkan bahwa perjalanan menuju operasional masih panjang.

Ia meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan rencana cadangan atau contingency plan demi mengantisipasi kendala di masa depan.

“Pesan atau titipan saya, ini baru PKS terus lelang baru groundbreaking, anggap tiga tahun paling cepat, bahkan ada yang sudah groundbreaking tapi gajadi, jadi perlu dipikirkan contingency plan, plan A dan plan B, best case scenario tiga tahun dan worst case scenario 10 tahun atau tidak jadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wamen Diaz menyoroti sisi teknis keberhasilan teknologi PSEL, khususnya teknologi gasifikasi. Ia menjelaskan bahwa pemilahan sampah oleh masyarakat di tingkat hulu sangat menentukan efisiensi produksi listrik. Sampah yang terlalu basah atau memiliki kadar air (moisture content) tinggi dapat merusak mesin pengolah.

“Yang paling penting, pemahaman dari masyarakat bahwa pemilahan itu masih harus terus dilakukan, kalau moisture content terlalu tinggi karena sampah terlalu basah, mesinnya bisa rusak, ini yang teknologi gasifikasi, jadi mesti dikeringkan dulu, dan itu costnya tinggi, nanti yang masuk ke insineratornya sedikit dan produksi listrik jadi kecil,” ungkap Wamen Diaz.

Wamen Diaz mendorong edukasi berkelanjutan agar pemilahan sampah tidak lagi dianggap sebagai hal sepele. Menurutnya, perilaku masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan mimpi Indonesia bersih dari sampah.

Langkah Konkret Menuju Implementasi

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Vasko menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kebersamaan semua pihak.

“Saya sampaikan secara tegas bahwa program ini tidak akan berhasil apabila berjalan sendiri, tanda tangan PKS merupakan langkah konkret menuju implementasi, wujud nyata sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kota,” tegas Vasko.

Dengan ditandatanganinya PKS ini, wilayah Padang Raya diharapkan segera memiliki sistem pengelolaan sampah modern yang mampu mengonversi limbah menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan