Pimpin Rapim Kemenko Infra, Menko AHY Targetkan Transformasi Kebijakan 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka Rapim dengan capaian positif terkait penanganan Natal dan Tahun Baru (Nataru

bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2025 sebagai forum evaluasi kinerja sekaligus penajaman arah kebijakan strategis menuju tahun 2026, Senin (5/1/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka Rapim dengan capaian positif terkait penanganan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan data Kakorlantas, angka kematian akibat kecelakaan selama Nataru 2025/2026 turun sekitar 27 persen.

Bacaan Lainnya

“Hal ini merupakan hasil kerja lintas sektor yang baik dan harus terus ditingkatkan ke depan, sehingga best practice dan lessons learned perlu dihimpun sebagai bahan perbaikan untuk Mudik Lebaran mendatang,” ujar Menko AHY.

Penguatan Kawasan Berbasis Identitas Lokal

Dalam arahannya, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan kawasan tidak boleh seragam, melainkan harus menjaga karakter unik masyarakat setempat, termasuk di perdesaan dan kampung-kampung.

“Pembangunan kawasan harus menjaga wajah asli daerahnya. Justru kekuatan kita ada pada desa, kampung, dan komunitas yang memiliki identitas, keunikan, serta inisiatif lokal. Dengan dukungan pemerintah, kawasan-kawasan ini bisa menjadi destinasi yang menarik, nyaman, dan bernilai ekonomi,” ujar Menko AHY.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pembangunan tidak harus selalu mahal. Yang terpenting adalah menghadirkan contoh konkret melalui pilot project berbasis kreativitas warga.

“Kita perlu fokus pada kawasan yang ditata dengan baik, dilindungi lingkungannya, sekaligus dihidupkan kembali sebagai destinasi wisata. Jika ada contoh nyata, masyarakat akan lebih mudah bergerak bersama. Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan penguat kolaborasi,” lanjutnya.

Prioritas 2026: Instruksi Presiden dan Transformasi Kebijakan

Menatap tahun 2026, Menko AHY menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi yang telah disetujui Presiden Prabowo, terutama terkait percepatan rekonstruksi infrastruktur dasar, perumahan, dan air bersih.

“Arahan tersebut telah disetujui, dan Presiden telah meminta Menteri Sekretaris Negara untuk segera menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tolong ini ditindaklanjuti. Saya sampaikan hal ini di awal Rapim karena ini bukan sekadar informasi, melainkan agenda kerja yang harus segera dijalankan. Saya minta seluruh jajaran menangkap ini sebagai prioritas lintas kementerian/lembaga,” tegas Menko AHY.

Konsolidasi Internal dan Sektoral

Sekretaris Menko, Ayodhia G. L. Kalake, menegaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya berfokus memastikan fungsi manajerial dan tata kelola berjalan akuntabel. “Efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas dukungan koordinasi kebijakan,” ujarnya.

Sinergi juga diperkuat oleh para Deputi, mulai dari Deputi I Nazib Faizal yang mengawal pemerataan wilayah dan reforma agraria, Deputi Odo R. M. Manuhutu di sektor konektivitas, Deputi Rachmat Kaimuddin terkait infrastruktur dasar (irigasi dan sekolah rakyat), hingga Deputi Ronny Hutahayan pada sektor perumahan.

Menutup arahannya, Menko AHY mengajak seluruh jajaran untuk menjaga soliditas demi dampak nyata bagi masyarakat.

“Mari kita jaga soliditas dan lakukan yang terbaik untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” pesan Menko AHY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan