bogortraffic.com, JEMBRANA— Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jembrana untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi lonjakan investasi dan modernisasi daerah.
Komitmen ini diwujudkan lewat agenda pembinaan ideologi Pancasila BPIP Jembrana yang digelar di Istana Agung Jimbarwana, Bali, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari kalangan guru, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan ini bertujuan membentengi jati diri dan budaya lokal masyarakat Jembrana di tengah arus perubahan zaman yang serbacepat.
“Pembangunan akan berhasil apabila masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Pancasila mengajarkan kita untuk menjaga persatuan dan memastikan kemajuan dapat dirasakan bersama. Jangan sampai perkembangan membuat masyarakat kehilangan arah atau tercerabut dari nilai leluhur,” tegas Kepala BPIP, Yudian Wahyudi.
Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Wisnu Bawa Tenaya, menambahkan bahwa benteng moralitas utama dalam menyaring dampak negatif teknologi harus dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Peran aktif guru serta orang tua dinilai krusial dalam mencetak generasi muda Jembrana yang cerdas sekaligus berintegritas.
Senada dengan hal itu, Plt. Deputi Bidang Sosialisasi BPIP, Surahno, mengingatkan bahwa kekuatan utama Indonesia sejak mendirikan negara adalah gotong royong dan musyawarah.
Selama kerukunan ini terjaga, tantangan ekonomi sebesar apa pun diyakini bakal mampu dilewati oleh masyarakat.
Kabupaten Jembrana saat ini memang sedang diproyeksikan menjadi salah satu magnet pertumbuhan ekonomi baru di Bali berkat derasnya arus investasi luar.
Anggota DPD/MPR RI, Arya Wedakarna, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan warga lokal untuk segera mematangkan skill dan penguasaan teknologi agar mampu bersaing secara adil.
“Jembrana memiliki masa depan yang sangat besar. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kemampuan diri, menguasai teknologi, dan memperkuat pendidikan agar dapat mengambil manfaat dari perubahan yang terjadi. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” pungkas Arya Wedakarna.
Melalui penguatan ideologi ini, BPIP berharap masyarakat Jembrana tidak hanya siap meraup peluang ekonomi baru, tetapi juga tetap konsisten menjaga kerukunan sosial dan melestarikan kekayaan budaya Sunda Kecil secara berkelanjutan.





