SLEMAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan pentingnya penguatan karakter sebagai fondasi generasi muda untuk menaklukkan tantangan abad ke-21.
Hal ini disampaikan dalam sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teori, melainkan “Bintang Penuntun” (Leitstar Dinamis) bagi perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Yudian menyoroti tantangan di tingkat perguruan tinggi, di mana lemahnya komitmen kebangsaan sering menjadi akar masalah nasional. Ia menyebut dosen Pancasila sebagai ujung tombak untuk memperkuat karakter mahasiswa.
”Persoalan bangsa di berbagai lini berakar pada karakter yang lemah. Di sinilah pendidikan Pancasila hadir untuk menjaga jati diri bangsa tetap selaras dengan pembangunan,” ujar Yudian.
Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut visi BPIP dengan melaporkan progres di akar rumput. Sekda Sleman, Susmiarto, mengungkapkan bahwa Sleman kini memiliki:
- 41 Desa Pancasila yang tersebar di wilayah kabupaten.
- 1.435 Kader Pancasila aktif yang menjadi motor penggerak nilai-nilai luhur di tingkat desa.
Susmiarto berharap kehadiran Kepala BPIP dapat memperkuat pemahaman filosofis masyarakat Sleman agar implementasi Pancasila semakin kokoh.
Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP, Dr. Surahno, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan mencetak SDM yang memiliki empat kompetensi kunci: Berpikir Kritis, Kolaborasi,Kreatif dan Inovatif hingga Komunikasi.
“Dengan pemahaman Pancasila yang kuat, generasi muda diharapkan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas nasionalnya,” pungkas Surahno di hadapan 500 peserta acara.





