Mandat Negara, Paskibraka Pusat Siap Bertugas di Hari Lahir Pancasila

Paskibraka 2025

bogortraffic.com, BOGOR – Suasana penuh kebahagiaan dan kerinduan menyelimuti pertemuan kembali para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat tahun 2025.

Pemuda-pemudi pilihan dari seluruh penjuru Nusantara ini kembali menginjakkan kaki di ibu kota untuk mengemban tugas mulia pada Peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu (23/5/2026).

Bacaan Lainnya

​Kedatangan mereka diawali dengan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Setelah melepas rindu usai penugasan Hari Kemerdekaan tahun lalu, rangkaian kegiatan langsung dilanjutkan dengan pembukaan resmi “Pembinaan Paskibraka dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026”.

​Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, dalam arahannya menggugah semangat para anggota Paskibraka untuk menyelami makna sejati dari tugas negara yang mereka emban.

​”Tanggal 1 Juni bukan hanya sekadar tanggal dalam kalender. Tanggal ini adalah pengingat bahwa bangsa besar ini berdiri di atas fondasi nilai yang kuat, yaitu Pancasila. Nilai yang mengajarkan kita untuk beriman, menghormati sesama, bersatu, bermusyawarah, dan berlaku adil. Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Yudian.

​Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab seorang Paskibraka jauh melampaui kemampuan fisik dan baris-berbaris semata.

​”Menjadi Paskibraka berarti menjadi contoh: contoh dalam sikap, contoh dalam kedisiplinan, contoh dalam menjaga persatuan, dan contoh dalam semangat mengabdi,” tegasnya.

​Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Adhianti, memaparkan landasan hukum kuat dari penugasan ini. Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka, setiap anggota di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota memiliki kewajiban konstitusional untuk bertugas pada dua momen penting: Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Hari Lahir Pancasila.

​”Oleh karena itu, penugasan pada Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan mandat resmi negara yang melekat pada program Paskibraka,” jelas Adhianti.

​Ia juga menekankan satu aturan baku yang mengikat status seluruh personel.

“Anggota Paskibraka baru bisa disebut sebagai Purna Paskibraka setelah melaksanakan tugas pada Peringatan Hari Lahir Pancasila,” tambahnya.

​Sebagai penutup rangkaian pembukaan, dilakukan momen sakral tantingan yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina.

Prosesi ini merupakan langkah awal yang wajib dilalui sebelum para anggota melangkah masuk ke asrama pemusatan latihan yang dikenal sebagai Desa Bahagia.

​Dalam suasana yang hening, Rima Agristina meminta seluruh pimpinan dan masyarakat Desa Bahagia yang hadir untuk membalikkan badan.

Hal ini dilakukan guna memberikan ruang emosional sejenak bagi para anggota Paskibraka agar dapat berpikir jernih sebagai pribadi yang merdeka.

​Mereka ditanya secara tegas terkait kesiapan, komitmen, dan mentalitasnya dalam mengemban amanat besar ini.

Jika merasa tidak sanggup, mereka dipersilakan untuk balik badan dan meninggalkan tempat secara terhormat.

Namun, bagi yang benar-benar siap lahir batin, mereka diminta untuk tetap berdiri tegak di tempat.

​Hasilnya, seluruh anggota Paskibraka tingkat pusat tahun 2025 tetap berdiri tegap di posisinya masing-masing.

Tanpa ragu, mereka menyatakan siap dan mantap untuk menjalani masa pendidikan, pelatihan, serta bertugas menyukseskan Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan