bogortraffic.com, JAKARTA— Langkah strategis untuk memasyarakatkan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi berintegritas terus digulirkan.
Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) secara resmi menyatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan turnamen domino Kemerdekaan 2026 dengan menggelar sosialisasi aturan permainan sekaligus Technical Meeting di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Agenda penyamaan regulasi hulu-ke-hilir ini diikuti oleh perwakilan dari 27 unit eselon II dan III Kemenpora yang siap bertanding memperebutkan trofi juara sesuai dengan draf standar resmi organisasi.
”Kami baru saja menuntaskan sosialisasi aturan permainan PORDI sekaligus Technical Meeting di Wisma Kemenpora sebagai draf persiapan matang menuju ‘Turnamen Domino Kemerdekaan’. Kompetisi resmi ini akan berpusat di Kantor Kemenpora dan diikuti secara antusias oleh 27 unit eselon 2 dan 3,” urai Ketua PB PORDI Bidang Litbang, Dr. Wahyu Erfandy, S.Or., M.Pd.
Wahyu yang juga merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) tersebut menegaskan bahwa draf sosialisasi ini sangat krusial.
Hal ini dilakukan agar setiap peserta memiliki pemahaman yang linear mengenai sistem poin dan pelanggaran di atas meja, sehingga turnamen berjalan sportif, tertib, dan profesional.
Selain menjadi ajang unjuk bakat, kompetisi makro ini diproyeksikan menjadi draf sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antarpegawai serta membangun budaya olahraga yang sehat di lingkungan instansi pemerintahan.
Komitmen Penegakan Asas Prinsip 4N1T
PB PORDI di bawah kepemimpinan Ketum Dr. Andi Jamaro Dulung terus berkomitmen memperluas penerapan regulasi resmi dalam setiap kejuaraan daerah maupun nasional. PB PORDI juga menegaskan bahwa domino harus bersih dari draf stigma negatif masa lalu.
Untuk itu, dalam Turnamen Kemerdekaan ini, PB PORDI secara kaku memberlakukan draf asas operasional 4N1T:
No Judi & No Miras: Melarang keras segala bentuk taruhan materiil dan minuman keras.
No Alkohol & No Smoking: Menjamin area pertandingan steril dari konsumsi alkohol serta asap rokok.
Taat Beribadah: Mewajibkan seluruh draf panitia dan atlet untuk tetap mengutamakan kewajiban spiritual di sela-sela jadwal tanding.
”Sesuai draf arahan garis besar Ketum, PB PORDI berkomitmen mendorong penerapan standar aturan baku di setiap kompetisi resmi. Melalui kolaborasi bersama Kemenpora ini, kami ingin membuktikan bahwa domino adalah olahraga otak yang sarat edukasi, kejujuran, dan kebersamaan umat,” pungkas Wahyu.





