bogortraffic.com, JAKARTA— Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas mematangkan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan hayati dan memacu volume ekspor nasional.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional.
Dalam pertemuan resmi bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Sabtu (13/6/2026), Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya memegang mandat vital sebagai garda pelindung sumber daya alam (SDA) hayati dari ancaman hama dan penyakit.
”Posisi sumber daya alam hayati ini merupakan sumber pangan, dan sumber perekonomian masyarakat. Di sinilah fungsi penting pertahanan nirmiliter Badan Karantina Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara,” ungkap Abdul Kadir Karding.
Selain bertindak sebagai benteng pertahanan nirmiliter, Karding menyebut Barantin memiliki peran strategis sebagai instrumen ekonomi (economic tools) di pasar internasional.
Barantin aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha lokal agar produk mereka mampu menembus standar sanitari dan fitosanitari negara tujuan ekspor.
Merespons hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya untuk memperkuat peran Barantin.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan berat berupa banyaknya pintu masuk dan keluar logistik yang harus diawasi ketat.
Sinergi kedua lembaga ini dirancang guna mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam:
- Mewujudkan swasembada pangan nasional.
- Meningkatkan daya saing ekonomi dan hilirisasi.
- Membuka akses pasar global secara masif.
- Menjaga harmoni lingkungan dan keberlanjutan SDA.
Guna mengoptimalkan fungsi pertahanan dan pelayanan publik tersebut, Karding blak-blakan mengenai tantangan internal yang tengah dihadapi Barantin saat ini, mulai dari keterbatasan personel hingga infrastruktur teknologi.
”Saat ini baru terpenuhi 5.512 personel dari total kebutuhan ideal sebanyak 17.000 SDM. Selain itu, kami memerlukan pemutakhiran peralatan laboratorium, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan sistem digitalisasi perkarantinaan,” urai Karding.
Melalui dukungan penganggaran dan perencanaan strategis dari Kementerian PPN/Bappenas, Barantin optimis dapat mempercepat modernisasi sistem pengawasan guna memberikan perlindungan maksimal terhadap biodiversitas Indonesia.





