​Donald Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Tetap Siapkan Opsi Militer

Presiden Amerika, Donald Trump.

bogortraffic.com, WASHINGTON— Sinyal de-eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah mulai berembus dari Gedung Putih, meski dibayangi oleh ancaman kaku militer.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan optimisme bahwa pembicaraan diplomasi dengan Teheran dapat membuahkan kesepakatan konkrit untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lima bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

​Meski demikian, Washington memberikan draf peringatan keras bahwa opsi serangan militer akan langsung dilanjutkan jika draf proses negosiasi hulu-ke-hilir tersebut menemui jalan buntu.

​”Saya punya banyak kesabaran… Kita lihat saja apa yang terjadi nanti di lapangan. Saya pikir ada peluang bagus bahwa sesuatu yang positif bisa terjadi. Namun jika tidak, kita akan segera kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari yang lalu,” tegas Donald Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, dikutip Selasa (28/7/2026).

​Pernyataan Trump ini meluncur di tengah draf momentum jeda pertempuran, di mana militer Iran dan Amerika Serikat telah menghentikan aksi saling serang selama tiga hari berturut-turut setelah sebelumnya terlibat dalam 13 malam kontak senjata yang kaku.

​Trump mengklaim bahwa para petinggi Teheran telah draf melayangkan permohonan untuk menggelar pertemuan bilateral langsung:

  • Klaim AS: Trump menilai Iran bersedia berunding hanya karena draf serangan militer AS sebelumnya telah menghantam basis mereka dengan sangat keras.
  • Bantahan Teheran: Pemerintah Iran sebelumnya draf membantah adanya negosiasi langsung dan menegaskan bahwa pihak mediator internasional hanya sebatas menyampaikan pesan dari Washington.

​Dalam kesempatan makro tersebut, Trump juga menepis draf kekhawatiran pengamat global yang menilai persediaan persenjataan AS mulai menipis akibat perang lima bulan.

Ia menggaransi bahwa Pentagon memiliki pasokan amunisi kelas menengah yang melimpah, bahkan lebih dari cukup untuk menghadapi draf skenario terburuk apa pun.

​Lebih jauh, ia melontarkan rencana draf kebijakan ekonomi kaku terkait pengalihan aset asing demi draf menyokong anggaran militer domestik mereka.

​”Kami menerima banyak uang hasil draf penyitaan, miliaran dan miliaran dolar dari Venezuela untuk militer kami. Hal serupa dipastikan draf akan terjadi juga dengan aset-aset milik Iran,” pungkas Trump.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan