bogortraffic.com, JAKARTA— Di tengah santernya rumor perombakan kabinet (reshuffle) oleh Presiden Prabowo Subianto, dukungan kuat mengalir untuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, secara terbuka meminta kepala negara untuk tidak mengganti sang Bendahara Negara.
Ulama yang akrab disapa Gus War ini menilai Purbaya merupakan sosok menteri yang berintegritas tinggi, bekerja nyata demi kepentingan bangsa, serta memiliki nyali besar dalam memperjuangkan kedaulatan fiskal Indonesia di mata dunia.
“Pak Purbaya itu orang baik, orang yang apa adanya. Saya minta Presiden jangan dicopot. Pak Purbaya sudah bekerja sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara. Berani menolak IMF itu kalau orang tidak punya nyali apa bisa?” ujar Gus War, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Gus War, salah satu alasan Menkeu Purbaya harus dipertahankan adalah ketegasannya menutup pintu intervensi dari International Monetary Fund (IMF). Lembaga finansial global tersebut dinilai sering kali mendikte dan melemahkan perekonomian negara berkembang seperti Indonesia.
Langkah berani Purbaya dipandang selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara murni untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang pro-rakyat.
”Sejak Indonesia ini lahir, presiden sudah berganti sampai delapan kali. Belum ada satu pun kepala negara yang mau melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 ini dengan sungguh-sungguh, kecuali Pak Prabowo. Pak Purbaya adalah bagian dari upaya untuk menjalankan cita-cita kemandirian ekonomi itu,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri tersebut.
Gus War memaparkan bahwa indikator kesehatan finansial Indonesia saat ini berada pada jalur yang tepat. Hal ini dibuktikan dengan kokohnya ketahanan pangan nasional tanpa adanya krisis pasokan di tingkat masyarakat bawah.
Kesehatan APBN saat ini juga ditopang oleh dua faktor krusial yang digerakkan pemerintah:
-
Pemberantasan Korupsi Masif: Ketegasan menyikat kasus korupsi triliunan rupiah berhasil menekan kebocoran anggaran secara maksimal.
-
Sistem Satu Pintu Ekspor: Penataan ulang tata niaga logistik global yang memutus rantai distribusi gelap komoditas unggulan (sawit dan batu bara) agar tidak lagi “dimainkan” oleh negara tetangga, sehingga devisa langsung masuk kantong negara.
Gus War menegaskan, aspirasi yang disampaikannya murni suara dari masyarakat bawah yang merindukan Indonesia kokoh berdiri di atas kaki sendiri. Ia berharap Presiden Prabowo mempertahankan para pembantu dekatnya yang terbukti loyal bekerja demi kemakmuran rakyat banyak.





