bogortraffic.com, JAKARTA— Langkah radikal demi melepaskan ketergantungan sektor logistik dari jerat bahan bakar fosil terus dikebut pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa dirinya akan terus mendorong dekarbonisasi transportasi sebagai fondasi vital untuk mengamankan kedaulatan energi 280 juta penduduk di tengah tingginya gejolak geopolitik global.
Hal tersebut diserukan secara taktis oleh Menko AHY dalam forum Indonesia Zero Emission Heavy Duty Vehicle (IZEHDV) di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
”Sekitar 55 persen emisi karbon di Indonesia disumbang oleh sektor energi, di mana 22 persennya lahir dari klaster transportasi darat. Meski jumlah kendaraan berat (truk dan bus) hanya berkisar tiga juta unit, kontribusinya menembus 31 persen emisi karbon transportasi darat. Transisi menuju energi baru terbarukan ini adalah bentuk tanggung jawab mutlak kita bagi keberlangsungan bumi anak cucu,” urai Menko AHY.
Guna memangkas polusi udara sekaligus menghemat neraca impor BBM nasional, Menko AHY memaparkan draf peta jalan hilirisasi energi bersih terbarukan melalui dua instrumen operasional utama:
- Akselerasi Elektrifikasi: Percepatan draf produksi dan pemberian insentif komersial untuk bus serta truk listrik buatan industri dalam negeri.
- Perluasan Biodiesel B50: Mengoptimalkan bahan bakar nabati domestik agar ketahanan energi nasional lebih kebal terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Selain fokus pada pembaruan bahan bakar, Menko AHY secara tegas mengumumkan komitmen pemerintah untuk menindak kaku praktik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang merugikan keuangan negara.
Praktik muatan berlebih ini dituding menjadi pemicu utama tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas serta pembengkakan draf anggaran negara untuk preservasi infrastruktur publik.
”Kendaraan ODOL sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Setiap tahunnya, pemerintah terpaksa mengalokasikan draf anggaran lebih dari Rp40 triliun hanya untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang hancur akibat muatan berlebih ini. Penanganan ODOL akan dieksekusi secara tegas, bertahap, dan berkeadilan lintas kementerian,” cetus AHY.
Sebagai draf solusi jangka panjang terintegrasi, Kemenko Infrastruktur tengah menyiapkan draf diversifikasi angkutan logistik makro dengan menggeser draf ketergantungan moda jalan raya ke optimalisasi jalur kereta api logistik serta penguatan kapasitas logistik maritim.
Langkah transformatif ini turut diaminkan oleh Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, yang menyatakan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki draf kemampuan teknis mandiri dalam merakit armada bus dan truk listrik secara massal.





