bogortraffic.com, KUTAI TIMUR – PT Pamapersada Nusantara Distrik Indominco (PAMA INDO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan melalui program pengembangan budidaya padi organik. Program ini merupakan upaya strategis perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian petani di wilayah operasional.
Berjalan sejak tahun 2017, program ini dilaksanakan melalui sinergi bersama Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bakti Astra, dengan pendampingan lapangan oleh LPB Pama Bessai Berinta. Fokus utamanya adalah pemberdayaan petani dari hulu hingga hilir, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran.
Pengembangan dilakukan di wilayah Ring 1 PAMA INDO, meliputi Desa Suka Damai, Desa Teluk Pandan, dan Desa Danau Redan, Kabupaten Kutai Timur. Melibatkan tiga kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Pada Idi Tiga, Tunas Harapan, dan Aman Bersama, total lahan yang dikelola kini mencapai 5,8 hektare.
Sistem pertanian yang diterapkan sepenuhnya berbasis organik menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) dan jajar legowo. Petani memanfaatkan bahan alami seperti pupuk kandang, kompos, dan pestisida nabati untuk menjaga kesuburan tanah tanpa kimia sintetis.
Varietas yang dikembangkan meliputi Mentik Susu dan Inpari 32 (beras putih), Putri Buhun (beras merah), serta Cibeusi (beras hitam organik). Dengan rata-rata hasil mencapai 5,5 ton per hektare, produk ini memiliki nilai jual lebih tinggi, dengan selisih sekitar Rp9.000 per kilogram dibandingkan beras non-organik.
Keunggulan utama dari produk dampingan PAMA INDO ini adalah aspek legalitas dan kualitasnya. Produk telah menjalani sertifikasi organik setiap tahun melalui Lembaga INOFICE serta uji laboratorium secara berkala guna memenuhi standar keamanan pangan.
Dampak ekonominya pun sangat nyata. Rata-rata peningkatan pendapatan petani mencapai sekitar Rp49.500.000 per musim panen. Produk dipasarkan secara offline melalui BUMDes hingga Bandara Sepinggan, serta secara online melalui Shopee untuk menjangkau konsumen luas.
Manajemen PAMA INDO menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan pemberdayaan masyarakat yang mandiri.
“PAMA percaya bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari hasil sesaat, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui budidaya padi organik ini, kami ingin mendorong petani lokal memiliki daya saing tinggi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar perwakilan Manajemen PAMA INDO.
Ke depan, program ini akan terus diarahkan pada kemandirian penuh petani agar mampu mengelola usaha pertanian secara profesional. Fokus utama selanjutnya mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas, serta perluasan jaringan pemasaran guna menjaga keberlanjutan program tanpa ketergantungan pada pendampingan.






