Amankan Jalur Mudik, Kemenhut Siagakan Pasukan Manggala Agni

Kemenhut turunkan tiga regu Manggala Agni dan helikopter patroli untuk atasi karhutla di Riau. Jalur mudik Riau-Sumut dipastikan aman dari gangguan asap.

bogortraffic.com, PEKANBARU – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan dukungan sumber daya darat dan udara di Provinsi Riau.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi eskalasi kejadian karhutla menjelang Idulfitri 1447 H.

Bacaan Lainnya

Saat ini, Kemenhut telah menurunkan tiga regu Manggala Agni untuk mengamankan karhutla di Rantau Bais, Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menyampaikan bahwa penanganan di lokasi tersebut melibatkan bantuan BKO dari berbagai wilayah.

Thomas menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan berasal dari Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, Daops Manggala Agni Sumatera II/Labuhanbatu Selatan, dan satu regu dari Daops Manggala Agni Sumatera V/Dumai.

 

“Hingga hari ini, kondisi sudah membaik yang ditunjukkan dengan jalur lintas Riau – Sumut aman tanpa gangguan asap,” ujar Thomas Nifinluri, Senin (16/03/2026).

Selain mengamankan jalur mudik utama, regu Manggala Agni juga dikerahkan ke Kampar, Bengkalis, Dumai, dan Pelalawan dengan dukungan tambahan pasukan dari Daops Manggala Agni Sumatera XI/Bukit Tempurung-Jambi.

Berdasarkan pantauan website SiPongi dari Satelit Nasa-Terra/Aqua, hingga 15 Maret 2026, tercatat 49 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Riau. Titik panas tersebut tersebar di Pelalawan (42), Indragiri Hilir (2), Dumai (4), dan Kampar (1).

 

“Seiring dengan terpantaunya hotspot pada sejumlah lokasi, Manggala Agni bersama pihak terkait lainnya di daerah juga melaporkan upaya penanganan karhutla. Pada 1 – 15 Maret 2026 telah dilaksanakan penanganan karhutla sebanyak 48 kali operasi dengan luas areal yang berhasil ditangani yaitu 78,2 Ha di Kabupaten/ Kota Dumai, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kampar,” jelas Thomas.

Untuk memperkuat pengawasan, Kemenhut memobilisasi helikopter patroli udara jenis Bell yang berbasis di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Operasi udara ini direncanakan berlangsung hingga akhir April 2026 dengan total 65 jam terbang.

 

“Selain operasi pemadaman karhutla, penguatan pemantauan melalui patroli udara juga dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini serta mempercepat respons penanganan di lapangan. Mobilisasi helikopter patroli udara jenis Bell saat ini sedang approaching menuju Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk mendukung kegiatan patroli udara dalam rangka pemantauan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Tim Satgas Udara yang terdiri dari unsur Kemenhut, BPBD, DLHK, Basarnas, TNI AU, serta Pemerintah Daerah akan bekerja sama secara terjadwal untuk mendeteksi dini setiap potensi kebakaran.

 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Komandan Lanud Roesmin Nurjadin beserta jajaran, khususnya Kadis Ops dan Kasi Ops Lanud Roesmin Nurjadin, atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kesiapsiagaan pengendalian karhutla melalui patroli udara,” pungkas Thomas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan