bogortraffic.com, BOGOR- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume transaksi digital nasional, terutama melalui penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang melonjak hingga 154,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga April 2025.
Lonjakan ini mencerminkan adopsi yang semakin masif oleh masyarakat, baik dari sisi pengguna maupun pelaku usaha (merchant).
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, pertumbuhan ini tak lepas dari penguatan infrastruktur sistem pembayaran nasional yang terus didorong melalui berbagai inovasi.
“Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 335,34 juta transaksi, atau tumbuh 42,91 persen (yoy), dengan nilai mencapai Rp849,51 triliun,” ujar Perry dalam paparan daring, Rabu (21/5/2025).
Meski transaksi ritel melonjak, volume transaksi bernilai besar yang diproses melalui sistem BI-RTGS justru tercatat mengalami penurunan. Perry menyebutkan, transaksi BI-RTGS turun 2,91 persen (yoy) menjadi 724,03 ribu transaksi, dengan nilai mencapai Rp15.293,92 triliun.
Di sisi lain, pengelolaan uang kartal oleh Bank Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,28 persen (yoy) menjadi Rp1.135,22 triliun pada April 2025.
Secara keseluruhan, volume transaksi digital nasional pada April 2025 mencapai 3,79 miliar transaksi, atau tumbuh 31,50 persen (yoy). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pada seluruh komponen, termasuk mobile banking dan internet banking.
- Volume transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 33,14 persen (yoy)
- Volume transaksi melalui internet banking naik 8,65 persen (yoy)
Melihat potensi pertumbuhan yang terus berlanjut, Bank Indonesia akan memperluas kerja sama sistem pembayaran lintas negara. Perry menyebutkan inisiatif kerja sama QRIS lintas negara dan interkoneksi BI-FAST melalui inisiatif Nexus dengan sejumlah negara menjadi salah satu fokus ke depan.
Untuk perkembangan lebih lanjut soal sistem pembayaran digital, ikuti terus informasi terbaru hanya di bogortraffic.com.






