Tuah Strategi Digital, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus Rp 14 Juta SID

Bursa Efek Indonesia. (Foto: Dok. BEI)

bogortraffic.com, BOGOR- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut dari sisi jumlah jumlah investor pasar modal mencatat pencapaian baru. Sedikitnya, 14.001.651 single investor identification yang terdata hingga awal Oktober 2024.

“Angka itu ditandai pertumbuhan sebanyak 1.833.590 SID baru. Tahun lalu, totalnya baru 12.168.061 SID,” tandas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam keterangannya, Senin, 14 Oktober 2024.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, pencapaian tersebut di antaranya didukung strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI. Mereka bersinergi pula dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Industri pasar modal sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara. “Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meski demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat,” katanya.

Pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat itu diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing.

Sejak awal tahun ini hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan itu seperti Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM), dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi.

BEI juga aktif mengkampanyekan gerakan #AkuInvestorSaham, yang diklaim sukses menarik perhatian generasi muda. Saat ini, sekitar 79 persen dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, BEI juga terus mengembangkan infrastruktur digitalnya. Platform IDX Mobile saat ini sudah memiliki 193.968 pengguna, sehingga diharapkan menjadi salah satu pilar edukasi digital yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar modal yang mudah diakses dan akurat.

Pengembangan digital itu merupakan bagian dari strategi BEI dalam mengatasi tantangan akses literasi pasar modal di Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyebut, angka jumlah investor pasar modal saat ini itu sebenarnya masih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Meski demikian, dengan semakin berkembangnya digitalisasi teknologi saat ini, pihaknya optimis trennya terus meningkat tetuama dengan makin banyaknya perusahaan sekuritas yang menyediakan wadah bagi investor untuk bertransaksi saham. Hal tersebut dinilai dapat pula makin memudahkan masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal Indonesia.

Selain itu, sinergi antara BEI dan berbagai pemangku kepentingan juga memainkan peran penting dalam strategi pengembangan pasar modal. Kehadiran Galeri Investasi (GI) BEI mendukung literasi keuangan dan pasar modal di seluruh Indonesia. BEI sendiri telah memiliki 927 GI BEI yang tersebar di berbagai daerah. “Galeri Investasi BEI tidak hanya menjadi jembatan antara dunia akademis dan pasar modal, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendekatkan masyarakat umum dengan edukasi pasar modal,” kata Jeffrey.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan