bogortraffic.com, MAJALENGKA— Langkah preventif guna membentengi kawasan ekosistem hutan dari ancaman bencana kebakaran di paruh musim kemarau terus diperketat.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara resmi menyatakan bahwa Kemenhut gelar apel siaga karhutla 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).
Agenda konsolidasi makro bertema “Memperkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Hutan dan Lahan Bebas Asap Menuju Jawa Barat Lestari” ini melibatkan unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Mari kita satukan tekad, memperkuat sinergi, mengoptimalkan seluruh sumber daya infrastruktur yang kita miliki, serta bekerja secara profesional, cepat, tanggap, dan terkoordinasi demi mewujudkan Jawa Barat yang bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana.
Kesiapsiagaan hulu-ke-hilir ini menjadi instrumen krusial mengingat adanya draf indikasi lonjakan suhu panas ekstrim pada tahun ini.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kehutanan, Thomas Nifinluri, menginstruksikan pengetatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time.
Kekuatan armada operasional yang disiagakan di lapangan meliputi:
- Pasukan Inti Pemadam: Sebanyak 2.500 personel Manggala Agni di seluruh Indonesia disiagakan penuh untuk draf mitigasi dan eksekusi pemadaman.
- Modifikasi Armada Operasional: Perum Perhutani Divre Jabar-Banten mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran yang telah dimodifikasi khusus untuk draf medan hutan.
Kepala Balai Dalkarhut Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, memastikan seluruh posko pemantauan dan logistik di lapangan kini terkoneksi tanpa hambatan birokrasi.
Tak hanya seremonial, draf kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan sarana pemadaman kepada kelompok MPA dari BPDAS Cimanuk-Citanduy serta perwakilan PGE Kamojang.
Acara ditutup dengan simulasi taktis pemadaman api di kawasan hutan rawan yang diperagakan langsung oleh Manggala Agni bersama tim Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.
”Di tengah potensi penguatan fenomena El Niño tahun 2026, kesiapan personel dari hulu hingga tingkat tapak menjadi draf penentu. Kami berkomitmen memperketat deteksi dini sebelum api meluas demi memastikan perlindungan ekosistem hutan tetap optimal,” pungkas Kasubdit Pencegahan Karhut Kemenhut, M. Hariyanto.





