Nexlink Perluas Jaringan Distribusi B2B dan Gandeng 15.000 Toko

Nexlink perluas jaringan distribusi B2B

bogortraffic.com, JAKARTA— Akselerasi digitalisasi rantai pasok di sektor hilir niaga tanah air terus menunjukkan performa impresif.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak memulai ekspansi masif pada November 2024, PT Nexlink Bersama Nusantara (Nexlink) membuktikan eksistensinya di mana Nexlink perluas jaringan distribusi B2B hingga berhasil mencakup lebih dari 60 persen wilayah provinsi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

​Pertumbuhan berkelanjutan ini ditopang kuat oleh lonjakan basis draf mitra toko tradisional maupun modern yang kini telah menembus lebih dari 15.000 outlet aktif di berbagai kota dan kabupaten.

​”Kami memegang prinsip kuat bahwa akses terhadap ketersediaan produk perdagangan berkualitas tinggi serta pelayanan prima wajib dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, penguatan lini draf jaringan distribusi logistik menjadi jangkar utama kami dalam memperluas jangkauan pasar secara nasional,” tegas Direktur PT Nexlink Bersama Nusantara, Ostlender, Kamis (16/7/2026).

​Guna mendongkrak profitabilitas dan daya saing para pelaku usaha ritel di lapangan, platform B2B terpadu ini bergerak taktis memperkaya opsi pasokan barang.

Nexlink resmi memasukkan sembilan draf merek dagang baru ke dalam ekosistem distribusinya, meliputi kategori gawai, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga baku:

  • Aksesori Gawai: U1me (desain unik) dan Ufone (aksesori terlaris gerai smartphone).
  • Audio & Elektronik: Ichiko dan DPUS (grup speaker portabel lintas segmen), serta Digitech (smartwatch kebugaran dan kesehatan).
  • Kebutuhan Rumah Tangga: Bravhom (produk personal), Deli (otomasi kelistrikan), Canary (alat dapur), dan GBUplast (wadah plastik).

​Kehadiran variasi jenama tersebut sengaja dirancang untuk mempermudah para pemilik warung dan toko kelontong dalam memperbarui draf inventaris dagangan mereka sekaligus mengamankan margin keuntungan yang lebih tebal.

​Dengan fondasi penetrasi pasar makro yang kian solid, perusahaan bersiap menyusun draf langkah strategis berikutnya untuk memperdalam penetrasi ke wilayah pelosok yang belum terjamah layanan B2B modern.

​”Melihat potensi pasar domestik yang luar biasa besar, kami optimistis inovasi teknologi hulu-ke-hilir yang kami bawa mampu menjadi stimulus riil bagi kebangkitan ekosistem UMKM di Indonesia. Nexlink akan terus memperkuat kemitraan strategis dengan ritel tradisional maupun modern demi menciptakan efisiensi pasar yang berkelanjutan,” pungkas Ostlender.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan