bogortraffic.com, JAKARTA – Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah fundamental agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa membaik pada 2026.
Salah satu hal penting yang ia tekankan adalah pemberian confidence atau rasa percaya diri kepada pelaku ekonomi.
“Pemberian vitamin C atau confidence ini penting sekali bagi pelaku ekonomi, tidak hanya pelaku usaha tapi juga konsumen. Harapannya dengan kebijakan yang akomodatif namun tetap disiplin, kepercayaan investor dapat terjaga,” kata Josua dalam acara Katadata Policy Dialogue: Ekonomi Tumbuh 5,04%, Bagaimana Prospek 2026, Kamis (13/11).
Josua menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang solid bisa dicapai melalui penjagaan kebijakan dari dua sisi, yaitu fiskal dan moneter. Jika pemerintah mampu menyeimbangkan keduanya, dorongan pertumbuhan ekonomi positif dapat tercipta pada tahun depan.
Meski optimistis, ia mengingatkan sejumlah tantangan eksternal yang bisa menghambat laju ekonomi, di antaranya kondisi ekonomi global yang belum stabil, penerapan kebijakan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat, serta perlambatan ekonomi Cina.
“Ini semua akan berdampak tahun depan. Tapi kalau kita bisa menjaga sinergi kebijakan internal dan memperkuat konsumsi domestik, pertumbuhan ekonomi harapannya akan lebih solid,” ujarnya.
Selain menjaga kepercayaan dan kebijakan makro, Josua menekankan pentingnya transformasi struktural untuk menarik investasi asing. Ia menyoroti penanaman modal asing (PMA) yang tercatat melambat dalam tiga kuartal terakhir, berbeda dengan investasi dalam negeri (PMDN) yang justru meningkat.
Di sisi lain, Josua berharap Danantara (Investasi Publik/BUMN) dapat lebih agresif dalam berinvestasi. Meskipun porsi investasi publik dan Danantara masih kecil dibandingkan investasi swasta, ia menilai peran keduanya penting sebagai pendorong awal (trigger).
“Kami berharap investasi Danantara bisa jadi pembangkit untuk investasi swasta,” ucapnya, menekankan bahwa investasi publik harus menjadi starter untuk membangkitkan gairah investasi swasta yang lebih besar.






