​Sasar Pasar Ekspor, PTPN I Pacu Transformasi Komoditas Kopi Hulu-Hilir

PTPN.

bogortraffic.com, JAKARTA— PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus mematangkan langkah strategis dalam mendongkrak daya saing klaster perkebunan nasional di kancah internasional.

Melalui inovasi agronomi yang agresif di sektor hulu serta penguatan hilirisasi modern, BUMN ini bersiap memperluas penetrasi ekspor ke tiga benua utama: Asia, Amerika, dan Eropa.

Bacaan Lainnya

​Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menjelaskan bahwa transformasi komoditas kopi PTPN I merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam merespons volatilitas pasar global dan perubahan iklim.

​”Integrasi dari kebun hingga ke hilir menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar global sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar kebun,” ujar Teddy Yunirman Danas dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

​Guna mengamankan produktivitas tanaman secara berkelanjutan, PTPN I menerapkan empat formula pemeliharaan presisi di wilayah hulu:

  1. Sulam & Penyisipan Pohon: Peremajaan berkala untuk menjaga stabilitas densitas tanaman per hektare.
  2. Nutrisi Vegetatif & Generatif: Peningkatan rasio dan penyesuaian jadwal pemupukan yang presisi.
  3. Pemangkasan Periodik: Standardisasi pangkas pascapanen untuk merangsang tunas produktif baru.
  4. Rehabilitasi Kesuburan Tanah: Pemanfaatan pupuk organik masif hasil sinergi dengan peternak lokal.

​Langkah hulu ini diperkuat oleh pemilihan bibit unggul berdaya tahan tinggi terhadap hama. Pada rumpun Arabika, PTPN I mengandalkan varietas Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti (potensi 850 kg/ha).

Sementara pada rumpun Robusta, klone tangguh seperti BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 dikerahkan dengan potensi mencapai 1.000 kg/ha untuk mengejar kualifikasi cita rasa ekselen dunia.

​Kekuatan utama hilirisasi PTPN I terletak pada jaringan rantai pasok terintegrasi yang disokong oleh sejumlah pabrik pengolahan modern di bawah pengelolaan unit regional:

  • PTPN I Regional 5 (Jawa Timur): Mengelola unit pengolahan Robusta skala besar di Kebun Bangelan (Malang), Ngrangkah Pawon, Renteng, dan Silosanen, serta infrastruktur kopi premium terintegrasi Java Coffee Estate (JCE) di lereng Gunung Ijen.
  • PTPN I Regional 3 (Jawa Tengah): Mengoperasikan hilirisasi Kebun Banaran, serta fasilitas pengolahan di Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.

​Melalui standar olah pabrik yang ketat di fasilitas utama seperti Kaligua dan Java Kopi Gampit, komoditas hilir PTPN I tidak hanya kuat di pasar domestik lewat merek Banaran Coffee, tetapi juga sukses menembus pasar konsumen premium di Jepang, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan