Cegah Proyek Mubazir, Menteri PU Alihkan Anggaran Asrama Indonesia Paralympic Training Center

Menteri PU Dody Hanggodo.

bogortraffic.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penyesuaian taktis pada rencana pembangunan fasilitas Indonesia Paralympic Training Center (IPTC).

Alokasi anggaran untuk pembangunan gedung asrama baru resmi ditunda dan dialihkan untuk memprioritaskan proyek yang dinilai lebih mendesak bagi para atlet.

Bacaan Lainnya

​Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, keputusan penundaan ini diambil usai melakukan peninjauan lapangan demi menjawab kebutuhan riil dari pihak National Paralympic Committee (NPC) Indonesia agar fasilitas yang dibangun tepat guna.

​”Asrama yang sekarang pun masih agak lowong. Daripada kita bangun sesuatu yang mubazir, kebetulan pada saat yang sama NPC meminta kita untuk membuat Gedung Edukasi. Jadi, status asrama kita tunda, kita alihkan menjadi Gedung Edukasi. Nanti kalau asrama sudah mulai penuh, baru kita bangunkan,” jelas Menteri Dody, dikutip Selasa (16/6/2026).

​Sebagai ganti penundaan asrama, Kementerian PU mengalihkan fokus anggaran pada sejumlah infrastruktur krusial di dalam kawasan pelatnas yang akan langsung dieksekusi mulai tahun ini, meliputi:

  • ​Gedung Edukasi: Bangunan baru yang dirancang dengan kapasitas tampung sekitar 400 orang.
  • ​Training Center Tahap Kedua: Gelanggang Olahraga (GOR) baru yang akan dikhususkan bagi cabang olahraga beregu, seperti sepak takraw dan futsal.
  • ​Skybridge Interkoneksi: Jembatan layang penghubung antar-gedung untuk memudahkan akses mobilitas ramah disabilitas bagi atlet dan staf.
  • ​Genset Hybrid Otomatis: Penyediaan generator cadangan darurat berkekuatan besar guna merespons keluhan seringnya pemadaman listrik yang sempat melumpuhkan fungsi lift evakuasi atlet.

​Menteri Dody menegaskan, pengerjaan deretan fasilitas ini tidak memerlukan proses tender ulang dari awal.

Pemerintah cukup melayangkan perpanjangan kontrak kerja atau adendum dengan kontraktor pelaksana sebelumnya dengan estimasi waktu rampung sekitar satu tahun.

​Sebagai informasi, kompleks IPTC ini dibangun megah dengan total anggaran mencapai Rp421,9 miliar di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi.

Saat ini, kompleks olahraga tersebut sudah memiliki fasilitas rusun asrama 2 tower setinggi 4 lantai dengan kapasitas 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

​Pusat pelatihan terintegrasi ini juga telah dilengkapi arena olahraga berstandar internasional, mulai dari kolam renang recovery, lapangan atletik, lapangan sepak bola, hingga arena khusus seperti boccia dan blind judo.

​Optimalisasi fasilitas Indonesia Paralympic Training Center ini diharapkan menjadi Kawah Candradimuka yang mampu mendongkrak profesionalisme dan prestasi atlet difabel Indonesia di panggung dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan