bogortraffic.com, JAKARTA— Nilai tukar mata uang Garuda mencatatkan performa impresif pada pembukaan perdagangan awal pekan.
Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik global sukses memicu aksi buru aset berisiko (risk-on) dan mendongkrak otot mata uang domestik.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Senin (15/6/2026) pagi, rupiah melesat ke level Rp17.776 per dolar AS.
Posisi tersebut mencerminkan penguatan signifikan sebesar 84 poin atau sekitar 0,47 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang tertahan di level Rp17.860 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa laju impresif ini didorong oleh laporan tercapainya kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang langsung meredam indeks dolar AS.
”Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS, di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah memicu sentimen risk-on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman Leong dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).
Melansir laporan Sputnik dan kantor berita Iran Mehr, draf nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington kini telah memasuki babak akhir.
Kesepakatan final kedua negara tersebut nantinya akan disahkan secara resmi melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa penandatanganan dokumen bersejarah ini dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
Berikut adalah poin-poin krusial dalam rancangan nota kesepahaman tersebut:
- Hormati Kedaulatan: AS berkomitmen penuh untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.
- Stabilitas Logistik: Pembukaan kembali jalur vital Selat Hormuz akan direalisasikan dalam waktu 30 hari pasca-penandatanganan MoU.
Meredanya konflik di Timur Tengah ini menjadi berkah bagi negara importir minyak seperti Indonesia karena mampu menekan beban subsidi energi.
Jatuhnya harga minyak mentah dunia secara langsung memberikan ruang bernapas yang lega bagi stabilitas makroekonomi nasional.
Didukung oleh sentimen eksternal yang sangat solid ini, Lukman memproyeksikan indikator nilai tukar rupiah hari ini menguat dan akan bergerak stabil di koridor Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan.





