bogortraffic.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) bergerak agresif di zona hijau pada pembukaan perdagangan pekan ini. Menyusul penguatan awal sebesar 111 poin (1,85 persen) ke level 6.118 pada akhir pekan lalu, jajaran saham BUMN pimpin penguatan IHSG secara masif berkat kepercayaan tinggi para investor.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (15/6/2026) pagi pukul 09.10 WIB mencatat, IHSG melompat tajam lebih dari 3,5 persen ke level 6.221.
Motor utama lonjakan indeks domestik ini dimotori oleh rapor biru emiten-emiten perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himbara.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa performa impresif pasar modal dan penguatan nilai tukar rupiah ini merupakan cerminan nyata dari keberhasilan transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan negara.
“Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya. Investor melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).
Dominasi penguatan pagi ini dipimpin oleh tiga raksasa perbankan BUMN dengan kenaikan harga saham yang signifikan:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Melesat 5 persen (naik 210 poin) ke level Rp4.410 per saham.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Melonjak 5,9 persen (naik 210 poin) ke angka Rp3.770 per saham.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Naik 4,21 persen (naik 120 poin) ke posisi Rp2.970 per saham.
Selain sektor finansial, aliran modal investor juga deras mengalir ke sektor komoditas dan infrastruktur digital BUMN. PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan lompatan tertinggi sebesar 7,88 persen, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 7,72 persen ke level Rp3.070, serta raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang ikut terkerek naik 2,80 persen.
Menurut Dony, pencapaian solid di berbagai sektor strategis ini akan menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil (return) menjanjikan bagi pasar.
“Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini bukti BUMN kita betul-betul siap melesat ke depan,” pungkasnya.





