bogortraffic.com, JOHANNESBURG — Produk olahan kayu, rotan, hingga dekorasi rumah ramah lingkungan asal Tanah Air sukses mencuri perhatian dalam ajang Decorex Johannesburg 2026 di Sandton Convention Center, Afrika Selatan (30 Juli–2 Agustus 2026).
Partisipasi ini mencatatkan potensi transaksi fantastis sebesar USD 692.100 atau setara Rp12,45 miliar.
Keikutsertaan Indonesia di ajang internasional ini digagas melalui sinergi KBRI Pretoria dan ITPC Johannesburg.
Sebanyak lima perusahaan unggulan diboyong mengisi Paviliun Indonesia, yakni CV Cocoon Asia, CV Decorus, PT Koloni Timur, CV Kriyantara, dan CV Sony Sentral Industry.
Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Saud P. Krisnawan, menegaskan bahwa pasar Afrika Selatan sangat dinamis dan terbuka lebar bagi produk interior buatan Indonesia.
”Konsumen serta pelaku industri di sini sangat mengapresiasi keunikan desain, ketahanan bahan, dan nilai estetika produk kita. Partisipasi ini menjadi momentum strategis untuk membuktikan bahwa produk furnitur Indonesia mampu bersaing di pasar nontradisional,” ujar Dubes Krisnawan.
Di antara jajaran koleksi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, produk furnitur rotan dan panel dinding berbahan batok kelapa menjadi produk yang paling banyak diminati oleh arsitek, desainer interior, hingga pembeli (buyer) internasional dari Mesir dan Botswana.
Kepala ITPC Johannesburg, Efri Yenni, menyampaikan bahwa Afrika Selatan merupakan pasar interior terbesar di Sub-Sahara Afrika.
Produk furnitur Indonesia Decorex Johannesburg 2026 dinilai memiliki keunggulan kompetitif dari segi kualitas pengerjaan (finishing), kombinasi material, serta harga yang rasional.
Pascapameran, sejumlah pelaku usaha seperti CV Kriyantara dan CV Sony Sentral Industry langsung dijadwalkan melangsungkan pertemuan bisnis balasan bersama grup ritel besar lokal, Price Home dan Maharani Group.
Keikutsertaan ini semakin memperkuat penetrasi perdagangan Indonesia di kawasan Afrika. BPS mencatat kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Afrika Selatan periode Januari–Mei 2026 naik 4,38 persen mencapai USD 411,95 juta.
Sementara itu, ekspor furnitur dan dekorasi rumah Indonesia ke Afrika Selatan pada tahun 2025 berhasil mencapai USD 15,81 juta, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemasok produk interior terbesar ke-8 di negara tersebut.





