bogortraffic.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia semester II 2026 mampu melonjak mendekati angka 6 persen.
Rasa optimistis ini didasari atas capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang berhasil tumbuh solid sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy).
Menkeu menilai torehan 5,29 persen pada kuartal II merupakan sinyal positif, mengingat lanskap ekonomi global saat itu diwarnai gejolak kenaikan harga minyak dunia.
”Kita bisa tumbuh 5,29 persen di kuartal II-2026 itu sudah cukup baik di tengah keadaan seperti itu,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Guna mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia semester II 2026, pemerintah bakal mengoptimalkan seluruh mesin penggerak ekonomi. Kemenkeu menyiapkan sejumlah langkah taktis, mulai dari menambah likuiditas di pasar hingga mendorong penurunan suku bunga perbankan.
”Termasuk menekan bunga yang diminta oleh special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan supaya turun ke level rendah, sehingga perbankan bisa memberikan pinjaman dengan bunga lebih terjangkau,” jelasnya.
Terkait porsi industri pengolahan (manufaktur) terhadap PDB yang sempat menurun, Purbaya menegaskan hal itu tidak serta-merta mencerminkan pelemahan.
Pemerintah berencana memanfaatkan instrumen fiskal untuk memperkuat sektor manufaktur seiring potensi membaiknya permintaan global.
Sementara untuk wilayah Maluku dan Papua yang mencatatkan pertumbuhan 1,36 persen, Kemenkeu akan berkoordinasi intensif dengan Bappenas guna merumuskan strategi percepatan ekonomi di wilayah timur Indonesia tersebut.




