Pemkot Bogor dan BBPOM Serahkan 332 Nomor Izin Edar ke UMKM: Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Ilustrasi UMKM Bogor

bogortraffic.com, KOTA BOGOR — Pemerintah Kota Bogor bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bogor menyerahkan secara simbolis 332 Nomor Izin Edar (NIE) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (9/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor ke-543.

Sebanyak 332 NIE yang diberikan mencakup berbagai produk pangan olahan dan obat bahan alam, yang dihasilkan oleh puluhan pelaku usaha Kota Bogor.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penerbitan NIE sebagai momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar.

“Dengan adanya surat izin edar ini, pelaku usaha akan lebih percaya diri dan konsumen pun merasa lebih aman. Bahkan ini bisa menjadi jalan untuk membuka peluang ekspor,” kata Dedie.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM yang sudah memperoleh NIE untuk memperkuat jejaring bisnis dan memperluas kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah. Dedie berencana menggelar pameran produk UMKM yang telah mendapatkan izin edar dan mengundang pembeli dari berbagai wilayah.

“Kota Bogor jadi tuan rumah, dan kita undang buyer dari berbagai daerah. Kita dorong produk-produk ini naik kelas,” tambahnya.

Kepala BBPOM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, mengatakan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong daya saing dan legalitas produk UMKM di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami ingin menunjukkan komitmen peningkatan kualitas dan daya saing UMKM Kota Bogor. Legalitas ini bukan hanya kewajiban, tapi juga modal penting untuk tumbuh dan bersaing,” ujarnya.

Jeffeta merinci bahwa dari 332 NIE yang diterbitkan:

  • 136 NIE diberikan kepada 31 pelaku UMKM sektor pangan olahan,

  • 164 NIE untuk tiga usaha menengah dan besar, serta

  • 32 NIE untuk lima pelaku usaha di bidang obat bahan alam.

BBPOM, kata Jeffeta, tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan, tetapi juga aktif melakukan pembinaan menyeluruh terhadap UMKM. Bahkan, beberapa produk binaan BBPOM telah berhasil menembus pasar Eropa dan Timur Tengah.

Program ini juga disebut telah menyerap setidaknya 700 tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Produk Lokal Siap Ekspansi

Salah satu pelaku usaha yang menerima NIE adalah Rumah Tempe Indonesia asal Cilendek. Usaha ini memproduksi berbagai olahan tempe seperti tempe bacem, rica-rica, dan keripik tempe. Perwakilannya, Fania, menyatakan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah.

“Alhamdulillah, dengan diterbitkannya NIE ini kami berharap bisa memperluas pasar, baik ke retail modern maupun e-commerce,” ujar Fania.

Sementara dari sektor minuman, Bagas Galibra Astia, Vice President Operation PT Supra Sari Lestari, menyebut NIE sangat penting dalam memperkuat ekspansi bisnis, terutama ke luar negeri.

“Kami sudah ekspor ke Afrika, Asia, dan Pasifik. Dengan NIE, kami jadi lebih percaya diri. Terima kasih kepada Pemkot dan BBPOM atas kolaborasinya,” tuturnya.

Dengan terbitnya ratusan izin edar ini, Pemkot Bogor dan BBPOM berharap UMKM lokal dapat semakin bersaing di pasar nasional maupun global, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Kota Bogor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan