bogortraffic.com, BOGOR – Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga bergerak cepat melakukan tanggap darurat pasca bencana tanah bergerak yang kembali terjadi di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu (15/11/2025).
Bencana ini merupakan rangkaian lanjutan dari pergerakan tanah yang telah terdeteksi sejak Mei 2025. Tingginya curah hujan pada November memicu pergerakan tanah kembali di Dusun Karangtengah, Desa Maribaya, yang menyebabkan tambahan 11 rumah terdampak.
Secara keseluruhan, total rumah terdampak mencapai 22 unit, yang sebelumnya sudah direkomendasikan relokasi oleh Badan Geologi Bandung.
Bencana ini berdampak pada 22 Kepala Keluarga atau 85 jiwa, termasuk 7 lansia dan 8 balita yang masuk dalam kategori rentan. Kerusakan rumah berupa retakan, ambles, serta struktur bangunan yang tidak stabil membuat warga harus mengungsi.
Polres Bentuk KPL dan Amankan Area Rawan
Menyikapi kondisi tersebut, Polres Purbalingga langsung melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan. Kepolisian membentuk perangkat KPL (Kepolisian Peduli Lingkungan) dan berkoordinasi erat dengan BPBD serta Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Petugas segera melakukan lokalisir area rawan dan meningkatkan patroli sambang di wilayah pemukiman untuk memastikan warga tidak beraktivitas di zona berbahaya. Personel Polri turut membantu warga memindahkan barang-barang penting dari rumah terdampak ke tempat yang aman.
Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Polri bersama Pemkab, BPBD, TNI, dan masyarakat akan terus berupaya mencegah jatuhnya korban.
“Dengan senang hati kami membantu menjaga dan mengamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan warga beserta seluruh asetnya menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Kapolres juga mengimbau warga agar segera melapor apabila membutuhkan bantuan pengamanan ternak, hewan peliharaan, atau barang berharga selama masa pengungsian.
Layanan Kesehatan Gratis dan Dapur Lapangan
Polres Purbalingga menurunkan 30 personel gabungan dari Samapta dan Dokkes. Selain upaya pengamanan, Tim Dokkes Polres Purbalingga memberikan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tensi, konsultasi medis, serta pemberian obat dan vitamin di titik-titik pengungsian.
Bantuan sosial berupa paket sembako juga disalurkan kepada warga terdampak, sementara Polri bersama BPBD membuka dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan harian masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto, menyampaikan apresiasi kepada Polres Purbalingga atas bantuan dan layanan kesehatan yang dinilai sangat membantu warga di tengah musibah ini, dan berharap dukungan dapat terus diberikan hingga situasi kembali aman.






